• Visionland Indonesia. -INFOKBN.com-
  • Visionland Indonesia. -INFOKBN.com-
  • Visionland Indonesia. -INFOKBN.com-
  • Kesibukan di pabrik sampel Visionland Indonesia. -INFOKBN.com-

Ambisi Visionland Indonesia Menjadi yang Terbesar di Asia

Ambisi Visionland Indonesia Menjadi yang Terbesar di Asia

Fri, 01/18/2019 - 03:17
Posted in:
0 comments

PT Visionland Indonesia merupakan salah satu perusahaan asing (PMA) asal Korea Selatan yang makin kuat menancapkan kakinya di Indonesia. Selain kantor pusatnya di KBN Jakarta, ada 3 pabrik di Jawa Tengah dan Jabar yang memperkuat posisinya sebagai pemain industri fesyen kelas dunia.

Berkantor pusat di Korea Selatan dan memiliki jaringan produksi sejumlah negara Asia, pemegang saham menginginkan Indonesia akan dikembangkan menjadi basis produksi terbesar Visionland di luar Korsel, China, India dan Bangladesh.

Di  Indonesia sendiri, produksinya terus bertumbuh. Jumlah pekerjanya di pabriknya di Semarang dan Solo (Jateng) maupun Majalengka (Jabar) terus bertambah.

Namun, pertumbuhan yang cukup menggembirakan terjadi tentulah di pabrik barunya di Majalengka yang dalam dua tahun ini mampu menambah tenaga kerja setempat mencapai ratusan orang.

Awal tahun 2018 lalu misalnya, pekerja di pabrik baru itu baru sekitar 1.500 orang, namun di awal Januari 2019 ini sudah mencapai 2.100 orang lebih.

“Saya sendiri agak kaget mendapat laporan pertambahannya begitu cepat,” kata Syamsuddin, Manajer SDM & Umum Visionland Indonesia ketika ditemui di kantornya, di Jl. Ternate, KBN Cakung.

Sementara itu pabriknya di Semarang masih bertahan di angka 1.700 buruh, sementara di BML (Bangun Maju Lestari) Solo tetap di angka 700-an pekerja.

Semua produksi Visionland Indonesia memang tidak ada yang dikerjakan di Jakarta. Order-order yang masuk  diserahkan pada tiga pabriknya, yakni Semarang, Solo, dan Majalengka itu.

Orang tentu mahfum kenapa pusat produksi dipindah ke daerah. Ini karena ongkos pekerja di tiga tempat itu jauh lebih rendah ketimbang di Jakarta atau wilayah lain di Bogor, Tangerang, maupun Bekasi.

Sekarang hanya kantor pusatnya di Indonesia saja yang berada KBN Jakarta. Dari sinilah ketiga pabriknya itu dikendalikan.

Yang diproduksi di Jl. Jawa samping kantor pusat Jakarta hanya berupa sampel pesanan buyer. Dengan kekuatan 165 karyawan, pabrik sampel atau contoh ini jadi ‘urat nadi’ dan masa depan tiga pabrik besarnya di Jabar dan Jateng itu.

Di kantor pusatnya di Indonesia di Jl. Ternate disokong oleh  270 pekerja mengatur seluruh operasional perusahaan. Mulai dari urusan administrasi, SDM, sampai bahan baku maupun sisi bisnis.

Baru-baru ini, penulis mendapat kesempatan untuk mengunjungi pusat produksi sampel yang terletak di samping kantor pusat KBN itu.

Aura kesibukan sudah terasa ketika pintu pabrik itu dibuka. Mirip pabrik garmen pada umumnya, di sini terdapat deretan mesin jahit, bahan baku benang, dan baju-baju contoh yang sedang dikerjakan para pekerja. Di sisi bagian depan tampak pola-pola baju yang siap dikerjakan, lengkap dengan manekin berbagai ukuran dan postur tubuh.

Menurut supervisor di pabrik sampel itu, masing-masing pekerja mengerjakan setiap sampel, dari awal sampai jadi. Mirip tukang jahit di kawasan perumahan, mereka harus mengerjakan semua contoh baju tersebut dari awal sampai selesai.

Para pekerja di pabrik ini termasuk pilihan. Perusahaan punya standar tinggi agar bisa bekerja di bagian ini. “Semua sudah terampil dan kalau ditempatkan di pabrik biasanya jadi supervisor,” kata seorang pekerja.

Tak berlebihan bila pekerja di tempat ini bila keluar dengan mudah bisa membuka usaha sebagai ‘taylor’ atau bekerja pada perancang busana yang punya nama.

Masing-masing pekerja di tempat ini ternyata juga spesialis. Mereka tidak bisa mengerjakan untuk merk yang berbeda-beda. Semua sudah ditentukan oleh bagian produksi. Seperti misalnya untuk pekerja yang terbiasa mengerjakan pesanan buyer H & M tidak boleh mengerjakan untuk merk lain seperti  Express, Calvin Klein, Tom Taylor, Tabott, N & ND atau lainnya yang memberikan kepercayaan produksinya pada Visionland Indonesia.

Dari pabrik ini, produk contoh atau sampel yang sudah dikerjan ‘perfect’ sesuai pesanan biasanya akan diproduksi massal di pabrik setelah mendapat persetujuan pihak buyer.

Setiap hari ada ratusan jenis desain baru pesanan buyer yang siap diproduksi secara massal ke pabrik mereka di Jabar dan Jateng.

Selama ini Visionland dikenal mengerjakan pesanan sejumlah merek-merek terkenal dunia. Seratus persen dari produk Visionland diekspor ke sejumlah negara di Amerika, Eropa, dan Asia, khususnya China dan Korea Selatan.

Dipercaya dengan produk-produknya yang berkualitas tinggi sesuai tuntutan buyer membuat Visionland, khususnya Visionland Indonesia menurut Syamsuddin sangat memperhatikan mutu hasil produksinya.

Menurut Manajer HRD & GA Visionland tersebut, dari tiga pabrik yang dimilikinya di Indonesia, masing-masing punya karakteristik atau spesialisasi sendiri. Misalnya untuk produk merk Express yang biasanya diproduksi di pabrik A, tidak mungkin diganti ke pabrik B atau C. Begitu pun sebaliknya, untuk merk H & M atau Calvin Klein yang biasa di pabrik C karena alasan tertentu lalu dipindah ke pabrik B atau A.

Masing-masing pabrik Visionland sudah punya karakteristik tersendiri, sehingga masing-masing pabrik tersebut jatah produksinya tak bisa ditukar. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mendapatkan produk akhir yang benar-benar sesuai standar seperti yang diingini para buyer.

Masih terkait mutu, dalam rangka memperbaiki quality control, misalnya, rencananya tahun ini Visionland Indonesia juga akan memindahkan pabrik sampelnya di Jl. Jawa ke Jl. Ternate, persis di samping kantor pusat Visionland Indonesia.

Hal ini menurut Syamsuddin, untuk memudahkan pemeriksaan barang contoh oleh Bea Cukai, sekaligus memudahkan dalam kontrol produksi sampel baju. Apalagi bila melihat intensitas pekerjaan belakangan ini semakin meninggi.

“Kalau produksi sampel lebih dekat tentu akan lebih cepat dan mudah andaikata ada perbaikan. Lebih dari itu tidak perlu mondar-mandir dan berurusan dengan Bea Cukai, sehingga lebih efisien,” jelas Syamsuddin mengurai tentang alasan kepindahan tersebut.

#SELENGKAPNYA DI MAJALAH KBN #018**MY