November 2018

Membangun Kompetensi SDM Melalui Workshop Logistik Bisnis 4.0

Para peserta workshop berasal dari lintas departemen dan pengalaman, ada marketing, PLB, logistik, akunting, dan IT, sehingga dapat memberi wawasan baru mengenai seberapa pentingnya logistik di era industri 4.0.

Direktur Pengembangan KBN, Rahayu Ahmad Junaedi yang membuka workshop ini menyebut bahwa KBN punya lahan dan pergudangan yang begitu luas akan lebih maksimal untuk pendapatan perusahaan bila tidak hanya disewakan seperti sebelumnya, tapi bagaimana di atas lahan tersebut dikelola untuk bisnis logistik yang bisa memberi manfaat lebih bagi perusahaan.

Walikota Jakut Pimpin Langsung Aksi Pembersihan Kali di Sekitar KBN

Tidak kurang dari 450 personel dari beberapa SKPD dan instansi terkait di Jakarta Utara dikerahkan. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Badan Air, PPSU, PMI, kecamatan, kelurahan, bahkan sampai instansi Koramil dan Polsek setempat.

Pemerintah Kotamadya Jakarta Utara, menurut Walikota Syamsudin Lologau sangat serius menangani banjir. Dari sejumlah titik yang rawan banjir, salah satunya yang ada di sekitar KBN, seperti Sukapura, Kelapa Gading, dan Semper Barat.

Untuk Ketiga Kalinya Muslan Kembali Pimpin ASDEKI

Munas menyerahkan kepada Muslan untuk menyusun kepengurusan baru selambat-lambatnya 60 hari ke depan. Ia berharap kepengurusan baru cukup kuat untuk menghadapi tantangan pengusaha depo kontainer lima tahun ke depan.

 “Ke depan, kita bukan saja harus menghadapi dan bersaing dengan teman-teman sendiri, tapi juga dengan negara-negara maju, dengan asosiasi-asosiasi lain untuk mendorong dan menjalankan peraturan-peraturan pemerintah,” kata Direktur PT GNS tersebut usai pemilihan seperti dilansir Oceanweek.co.id, Sabtu (10/11).

Dirut KBN Lepas Empat Kontainer Donasi untuk Korban Gempa Palu, Sigi, Donggala

Ketua Panitia Donasi untuk Palu yang juga Sekretaris Perusahaan KBN, Toha Muzaqi menjelaskan, bantuan yang dikirim ke Sulawesi Tengah itu berupa makanan, pakaian, pembalut, air minum, dan tenda untuk tempat tinggal.

Untuk makanan yang dikirim ke Sulteng berupa beras, mie instan, gula pasir, minyak goreng, biskuit, susu dan lainnya. Sementara pakaian berupa pakaian layak pakai, pembalut, selimut. Juga dikirim sabun mandi, dan tenda pleton yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan korban.