• -INFOKBN.com-

Asdep III K-BUMN: Holding akan Membawa Manfaat untuk Semua Stakeholder

Asdep III K-BUMN: Holding akan Membawa Manfaat untuk Semua Stakeholder

Mon, 10/21/2019 - 04:49
Posted in:
0 comments

Terkait dengan rencana holding BUMN Sektor Kawasan, Kementerian BUMN gencar melakukan sosialisasi kepada sejumlah BUMN yang akan bergabung di dalam holding tersebut. Bagaimana perkembangan holding tersebut? Berikut hasil wawancara Majalah KBN dengan Asisten Deputi III Kementerian BUMN, Hendrika Nora O. Sinaga.

Sejauh mana persiapan menuju pembentukan holding BUMN Sektor Kawasan?

Kita sudah melakukan kajian bisnis pembentukan holding sektor kawasan ini dengan kementerian keuangan dan juga akan dilanjutkan dengan kementerian dan lembaga terkait. Kita juga mulai melaksanakan sosialisasi kepada seluruh karyawan dan pemangku kepentingan yang masing-masing tergabung di dalam holding ini.

Ada semacam kekhawatiran dengan dampak setelah menjadi holding. Bagaimana menurut Anda?

Dengan adanya holding ini sebenarnya banyak sekali manfaat yang kita peroleh antara lain dari sisi keuangan akan meningkatkan level atau pendanaan dari seluruh anggota grup, sehingga akan mempercepat akses pendanaan. Bagi KBN sendiri, misalnya, dampaknya dapat mempercepat pengembangan bisnis.Kemudian yang kedua akan dapat cash flow dari masing-masing anggota holding. Dari sisi non keuangan kita mengharapkan adanya sentralisasi fungsi-fungsi.

Ke depan mungkin pemasaran atau idenya ke depannya akan tersentralisasi sehingga akan lebih kuat.

Contoh lain lagi misalnya pengadaan barang dan jasa. Jadi banyak sekali fungsi-fungsi yang bisa kita contoh yang ke depannya kita harapkan akan meningkatkan efisiensi biaya.

Disamping itu juga kita mengharapkan adanya koordinasi yang lebih intens antar anggota holding. Hal ini baik dari sisi standarisasi operasional kawasan. Kemudian adanya peningkatan layanan terhadap yang ada di kawasan dan kemudian penciptaan bisnis-bisnis lain pendukung yang ada di dalam kawasan, sehingga semua dukungan finansial dan dukungan itu diharapkan ke depannya khususnya dalam 5 tahun ini akan semakin mempercepat keunggulan bisnis dan penciptaan nilai tambah tidak hanya bagi KBN tapi seluruh anggota holding yang terbentuk di dalam kawasan.

Sebagian karyawan masih cemas dengan perubahan status sebagai karyawan BUMN. Haruskah disikapi begitu?

Holding ini saya kira membawa manfaat bagi semua stakeholder, khususnya kepada karyawan. Ke depannya kita harap-kan dengan adanya yang tadi yang sudah saya sampaikan penciptaan nilai tambah ini akan meningkatkan lebih cepat lagi kinerja perusahaan. Kalau kinerja perusahaan meningkat tentunya ini dampaknya terhadap kesejahteraann karyawan.

Secara khusus lagi kepada karyawan saya sampaikan bahwa tidak akan mengubah sistem tata kelola yang saat ini sudah dilaksanakan oleh PT KBN terhadap karyawan. Jadi mungkin kita mengharapkan karyawan sudah dapat mendukung rencana ini.

Ini mayoritas BUMN kawasan industri, tapi kenapa RNI yang non kawasan industri ditunjuk sebagai induk?

Itu karena RNI sahamnya semua dimiliki pemerintah RI, sehingga penunjukannya dari sisi investasi untuk menghindari dilusi. Lebih dari itu, RNI sudah punya 11 anak perusahaan di mana saat ini perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya -- yang terdiri dari empat sektor nantinya dengan adanya pembentukan holding ini akan bertambah lagi 8 perusahaan anggota holding baru, sehingga jadi 11 + 8 menjadi 19 dalam satu keluarga besar.

Kita mengharapkan juga adanya percepatan peningkatan kualitas peningkatan kompetensi dari para para karyawan dan ke depannya kita juga mengharapkan ini akan bisa menjadi ladang pembelajaran juga kepada seluruh karyawan dan bisa meningkatkan atau memperluas karir karyawan.

Berapa nantinya total valuasi aset dari holding baru ini?

Secara konsolidasi RNI total asetnya saat ini ada Rp13,5 triliun. Nanti dengan ditambah lagi 8 anggota yang baru ini, kalau di KBN saja saya lihat total asetnya ada 2 triliun ya mungkin akan bertambah sekitar 5 sampai 6 triliun, jadi 13,5 T tambah 5 sampai 6 mungkin nanti kekuatannya total bisa menjadi 17-18 triliuan secara nilai buku per 2018. Tapi mungkin angka detailnya saya belum tahu persis. Tapi kira-kira nanti seperti itu. Akan ada pertambahan aset sekitar 5-6 triliun.

Bagaimana mensinergikan masing-masing perusahaan yang kulturnya berbeda-beda, sebagian bergerak dengan tempo cepat, sebagian lagi lambat?

Tempo lambat dan tempo cepat tentunya itu banyak faktor yang menyebabkannya. Tapi ke depannya RNI sebagai induk holding nanti, saya yakin mampu mengkoordinasikannya. RNI yang akan mengatur semua itu. Nanti akan me-mimpin semua laju pembentukan bisnis dari masing-masing anggota holding, apa yang membuat lambat, dan apa yang bisa membuat laju bisnisnya itu cepat, tentunya.

[MAY // MAJALAHKBN_020]