• Daun sukun. -INFOKBN.com-

Berjuta Khasiat Daun Sukun untuk Penyembuhan

Berjuta Khasiat Daun Sukun untuk Penyembuhan

Wed, 05/09/2018 - 07:28
Posted in:
0 comments

Daun sukun yang biasanya hanya menjadi pakan ternak, bahkan sampah yang berserakan di jalanan desa dapat dimanfaatkan untuk berbagai penyakit, mulai untuk menurunkan kadar kolesterol darah, diabetes, darah tinggi, bahkan sampai gagal ginjal.

Selama ini orang yang mengalami penyakit gagal ginjal sudah pasti akan me-lakukan cuci darah di rumah sakit awalnya sih bisa sebulan sekali namun lama-kelamaan si penderita gagal ginjal akan sering melakukan cuci darah.

Cuci darah sendiri bukan hal yang murah ada banyak rupiah yang harus kamu keluarkan untuk melakukan tindakan medis, namun untungnya cuci darah ditanggung BPJS sehingga bisa meringankan penderita gagal ginjal dalam melakukan cuci darah.

Lalu apa jadinya jika penderita gagal ginjal tidak melakukan cuci darah? Tentunya penyakitnya akan semakin parah dan bisa berujung pada kematian.

Tapi, Anda tidak perlu cemas. Penelitian tentang herbal semakin banyak dilakukan. Salah satu yang menggembirakan tentu keberadaan daun sukun (Artocarpus altilis) yang biasanya hanya menjadi pakan ternak, bahkan sampah yang berserakan di jalanan desa dapat dimanfaatkan menyembuhkan penderita gagal ginjal tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), beberapa waktu lalu memberikan kabar gembira tersebut. Daun sukun yang diolah bukan saja mampu mengatasi penyakit ginjal, tapi juga menurunkan kolesterol, diabetes, darah tinggi – penyakit-penyakit yang banyak menyerang masyarakat kita.

Suhartono, mahasiswa Fakultas MIPA UGM dan Retno Wulandari dan Yunita Praptiwi dari Fakultas Biologi mengembangkan dan memproduksi teh herbal daun sukun untuk pengobatan berbagai penyakit tersebut secara online, langsung dan dititipkan di beberapa toko ataupun apotie.

Teh daun sukun bernama Laasyaka ini diproduksi di Dusun Dukuhsari RT 07 RW 02, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY.

"Masyarakat hanya tahu buahnya saja. Sedangkan daun sukun ini belum banyak yang memanfaatkan, hanya jadi pakan ternak. Kalau daun yang kering hanya jadi sampah dan dibakar saja," papar Suhartono di Kampus UGM, tahun lalu.

Suhartono mengungkapkan dia bersama teman-temannya kemudian mencari referensi dan literatur ilmiah terkait manfaat daun sukun. Berdasar penelitian LIPI (Prof Tjandrawati) daun sukun mengandung senyawa flavonoid, riboflavin, dan sirosterol yang bermanfaat untuk menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovaskuler.

"Selain bermanfaat dalam membantu penyembuhan sakit ginjal, darah tinggi, diabetes, menurunkan kolesterol serta mengatasi inflamasi," katanya.

Cara pengolahan teh daun sukun ini cukup mudah. Daun sukun muda dan segar dipetik langsung dari pohon kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya daun dipotong-potong dan dijemur di bawah sinar matahari selama 3-4 hari hingga mengering.

"Setelah itu daun kering dihaluskan lalu dioven dan dikemas dalam kemasan seperti teh celup tanpa dikasih benang agar bisa diminum beberapa kali," katanya.

Dia mengatakan teh daun sukun Laasyaka terbuat 100 persen daun sukun asli tanpa menggunakan bahan pengawet dan pewarna. Teh ini baik dikonsumsi siapa saja mulai anak-anak hingga dewasa.

Cara mengkonsumsi teh daun sukun, cukup diseduh air panas selama 5 menit hingga air berubah Teh ini terbuat dari bahan daun sukun asli tanpa tambahan pewarna. "Cukup diseduh air panas sekitar 5 menit kemudian diminum tanpa ada tambahan pemanis atau gula," katanya.

Teh daun sukun ini dikemas dalam dua bentuk yakni celup dan tubruk. Satu pack teh celup berisi 20 kantong teh celup siap pakai dengan berat 50 gram dijual dengan harga Rp 20 ribu. Sedangkan kemasan tubruk dengan berat 35 gram dijual dengan harga Rp 5 ribu.

Sejak merintis usaha pada 2013 silam, kini bisnis ini telah berkembang dan menjadi usaha rumahan yang setiap bulannya mampu memproduksi 400-500 pack. Dalam produksi mereka memberdayakan ibu-ibu warga setempat mulai dari proses pemetikan daun hingga pengeringan.

Jika olahan herbal memakai daun yang masih segar, hindari mengolah daun yang cacat (banyak lubang, kotor, warna tidak merata). Biasakan mencuci dengan air mengalir sebelum mengolah daun sukun.

Jika olahan herbal menggunakan daun kering, jemur di bawah sinar matahari sampai mereka benar-benar kering.

Cara merebus daun sukun yang benar hendaknya selalu memakai gerabah tanah liat atau paling tidak panci stainless steel. Hindari memakai panci aluminium karena zat pada daun bisa menimbulkan reaksi yang beresiko membahayakan kesehatan.

Retno menambahkan bisnis teh daun Laasyka itu lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM tahun 2013.

Ide ini awalnya sempat mengalami penolakan dari dosen pembimbing karena dinilai kurang berkualitas. Mereka pun berusaha menemui dosen lain dan akhirnya mendapatkan dukungan untuk melaju dalam PKM. Saat itu, mereka mendapatkan dana hibah sebesar Rp 7.250.000 dari Dirjen Dikti.

<>MAJALAHKBN#014