Industri & Ketenagakerjaan

Ingin Masuk ke Seluruh Penjuru Nusantara, KBN Siap Gandeng Daerah Bangun Kawasan Industri

KBN akan terus berekspansi ke seluruh nusantara. Terlebih, Cakung, Priok, dan Marunda tidak memadai lagi untuk pengembangan bisnis kawasan industri.

“Kami, KBN akan terus mencari mitra daerah-daerah yang punya keinginan sama membangun daerahnya dengan kawasan industri,” kata Direktur Pengembangan KBN, Rahayu Ahmad Junaedi ketika menerima kunjungan rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen, Kamis (13/12).

KBN Siap Gandeng Daerah Bangun Kawasan Industri Baru

Demikian dikatakan Direktur Pengembangan PT KBN Persero, Rahayu Ahmad Junaedi usai me-nyerahkan hadiah sponsorship dalam rangka acara malam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 yang digelar di Puri Agung Sahid Jaya Hotel Jakarta, Kamis (23/11).

API III 2018 yang diadakan Kementerian Pariwisata bekerjasama sejumlah instansi dan Pemda itu dihadiri sejumlah gubernur dan bupati/walikota se-Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, tim KBN memperkenalkan sejarah dan bisnis KBN sekarang dan ke depan.

Lebih dari 400 Pekerja Pabrik di KBN Ikut Mudik Bareng BPJS Ketenagakerjaan

Mereka yang mendapat kesempatan berlebaran di kampung halaman secara gratis ini menurut panitia mudik BPJS Kesehatan Jakarta Utara, adalah para pekerja, pemegang kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Menggunakan bus-bus pariwisata, mereka dikumpulkan sesuai tujuan, yakni sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk tujuan Wonogiri, misalnya, mereka akan disatukan dalam satu bus. Begitu pun tujuan Solo atau Ngawi, masing-masing dijadikan dalam satu bus.

Dampak Revolusi Industri 4.0, Kawasan Industri pun Harus Didesain Ulang

Untuk menyambut revolusi baru itu, Presiden Joko Widodo pun sampai menekankan perlunya Indonesia menyiapkan diri untuk menghadapi era industri 4.0 tersebut.

Presiden menginginkan segenap jajaran pemerintahan dan masyarakat memanfaatkan industri 4.0 untuk meraih peluang menuju kemajuan.

Kementerian Perindustrian yang mengemban amanah untuk menyukseskan datangnya era industri 4.0 termasuk yang paling serius menyiapkan roadmap industry 4.0 secara terintegrasi.

INSA Dukung Penundaan Kewajiban Penggunaan Pelayaran Nasional

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, menilai kebijakan Kemendag merupakan solusi menguntungkan dalam rangka menjaga stabilitas ekspor Indonesia.

"Sambil begitu, memberikan waktu bagi seluruh pemangku kepentingan kembali mematangkan kembali?peta jalan ketentuan kewajiban penggunaan ekspor impor menggunakan angkutan laut yang penguasaannya di bawah pelayaran nasional," katanya.

Presiden Optimis Revolusi Industri 4.0 Membuka Banyak Lapangan Kerja Baru

"Hari ini kita luncurkan program ini, menanggapi revolusi industri 4.0 yang sedang men-transform dunia. Ada riset yang mengatakan revolusi industri [4.0] dampaknya akan 3.000 kali lipat dari revolusi industri pertama di abad 19. Kita harus mengerti dan antisipasi ini," kata Jokowi.

"Riset lanjutan McKinsey di 2017 itu memprediksi akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia antara sekarang sampai 2030. Diambil alih robot dan mesin. Tapi yang ini saya engga percaya. Rada ga percaya," lanjut Jokowi.

Jelang Eksekusi, Ratusan Massa Bayaran PT Multicon Demo KBN

Mereka menuding rencana eksekusi PN Jakarta Utara pada Rabu besok sarat kepentingan pribadi daripada mengedepankan aspek hukum. Mereka mengkhawatirkan nasib 500 karyawan akan merana pasca eksekusi tersebut. Padahal, mereka punya anak istri dan keluarga yang sehari-hari mempertaruhkan ekonominya pada para karyawan.

Mereka menuntut agar PT KBN tetap melaksanakan komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama.