• Romi Nathani, bos PT Orson Indonesia. -INFOKBN.com-

Gandeng ‘Raksasa’ Unilever, PT Orson Dapat Fasilitas PDPLB Ekspor

Gandeng ‘Raksasa’ Unilever, PT Orson Dapat Fasilitas PDPLB Ekspor

Tue, 06/16/2020 - 13:29
Posted in:
0 comments

Unilever memberikan kepercayaan kepada PT Orson Indonesia yang sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun sebagai eksportir produk-produknya ke negara-negara Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

PT Orson Indonesia kini telah mendapat kepercayaan dari Kantor Wilayah Bea Cukai DKI Jakarta sebagai PDPLB (pengusaha dalam pusat logistik berikat) ekspor untuk yang pertama kalinya di wilayah Jakarta.

Izin PDPLB ekspor tersebut diserahkan langsung oleh Kakanwil DJBC Jakarta, Decy Arifiansjah kepada Direktur Utama PT Orson Indonesia, Romi Nathani di Kakanwil DJBC Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Pengembangan KBN, Rahayu A Junaedi, pejabat DJBC Pusat, Manajer PLB KBN Ario Tidar, dan perwakilan PT Unilever Indonesia.

PT Orson yang memproduksi aneka produk sabun dan produk setengah jadi dengan tujuan ekspor ini menggandeng PT Unilever Indonesia. Cukup waktu satu bulan, izin PDPLB untuk Orson pun selesai.

“Ini tentu sebuah perkembangan baru. Sekarang kami bisa langsung ekspor. Langsung menjual ke konsumen di negara tujuan,” kata Romi Mathani, Direktur Utama PT Orson Indonesia tampak gembira.

Dalam kerjasama dengan Unilever, PT Orson Indonesia akan bertindak sebagai distributor dari produk-produk jadi Unilever Indonesia. Tidak dirinci lebih detail, namun diperkirakan ada 20 item produksi Unilever yang keba-nyakan personal care sampai home-care.

“Unilever percaya pada Orson karena kami sudah pengalaman 17 tahun ekspor ke negara-negara Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin yang tidak dijangkau mereka,” kata Romi Nathani.

Dalam kerja sama ini pihak Unilever tidak membebani Orson dengan target tertentu. Meski demikian, pihak Orson akan mengatur volume sesuai permintaan yang masuk dengan harapan dari waktu ke waktu trendnya naik.

“Untuk pertama kali kita sedang siapkan 5-6 kontainer yang terdiri atas 20-an item barang. Nanti secara bertahap tentu kita akan tingkatkan volumenya sesuai permintaan konsumen di negara tujuan ekspor,” kata Romi.

Unilever, sebuah brand kuat yang sudah dikenal dunia diyakini akan memberikan kemudahan untuk masuk ke negara-negara yang selama ini menjadi tujuan dari ekspor Orson. Antara produk Orson dan Unilever nantinya akan saling mendukung penetrasi pasar.

Kepercayaan besar Unilever yang telah bekerjasama dengan Orson diharapkan akan meningkatkan ekspor produk Indonesia. Peningkatan volume ekspor berarti bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam peningkatan pemasukan devisa.

Kanwil Direktorat Bea Cukai Jakarta, Decy Arifiansjah sangat mengapresiasi dan mendukung upaya PT Orson Indonesia menggalakkan produk ekspornya dengan menggandeng Unilever Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur PLB KBN, diharapkan langkah Orson Indonesia bisa jadi contoh bagi perusahaan lain yang berorientasi ekspor untuk bergabung menjadi PDPLB yang banyak menawarkan berbagai fasilitas yang menarik.

Fasilitas Pengusaha Dalam Pusat Logistik Berikat (PDPLB) menjadi salah satu fasilitas yang diberikan Bea Cukai kepada kalangan industri yang mendambakan kebutuhan logistik yang cepat dan fleksibel, dengan perlakuan perpajakan yang lebih longgar dalam bentuk penundaan pembayaran perpajakan.

Melalui PDPLB, Bea Cukai, sebagai institusi pemerintah yang mengemban fungsi trade fasilitator dan fungsi fasilitation memberikan fasilitas yang tepat waktu dan sasaran demi mendorong pertumbuhan industri, khususnya yang berorientasi ekspor.

PT Orson Indonesia memanfaatkan fasilitas PDPLB ini yang diharapkan dapat menekan biaya logistik menjadi lebih efisien hingga rata-rata 25 persen. Salah satunya karena pembayaran pajak bisa dibayar belakangan. Hasilnya, biaya timbun rata-rata di PLB lebih murah dibanding barang yang ditimbun di pelabuhan

Beberapa insentif yang diberikan adalah bebas pungutan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), pembebasan cukai bagi perusahaan yang ingin masuk ke kawasan PLB, pembebas-an Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Petambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBM) bagi barang yang dipindahkan dari kawasan PLB satu ke PLB lainnya.

Komitmen & Kepercayaan

Tak banyak yang tahu kalo sabun mandi mewah merk Jolie, Blossom, Pearl dan lainnya yang banyak beredar di sejumlah negara diproduksi di Marunda, Jakarta Utara. Adalah PT Orson Indonesia yang memproduksi dan kemudian mengekspor sabun itu ke seantero belahan dunia. Mulai dari Timur Tengah, benua Afrika, sampai daratan Amerika Latin.

Sudah hampir 18 tahun Orson Indonesia eksis sebagai produsen sabun batangan dengan kemasan mewah itu. Selain sabun mandi, ada juga sabun cuci, sabun kesehatan, sabun laundry, dan juga shampo. Semua untuk pasar luar negeri.

“Semua untuk pasar ekspor. Produksi kita sama sekali tidak ada yang dijual di Indonesia,” kata Romi Nathani.

Bertahan belasan tahun berbisnis sabun dengan pasar luar negeri yang sampai sekarang terus berkembang tentu suatu prestasi yang tidak main-main. Namun, untuk menjaga kepercayaan manca negara itu, Romi mengaku tidak punya kiat khusus selain menjaga komitmen dan kepercayaan.

Sebagai eksportir Romi selalu berupaya menjaga kualitas produk, mulai dari bahan baku, ukuran, berat, parfum, sampai kemasan (packaging). Dengan kualitas yang selalu terjaga dengan baik selama ini, PT Orson Indonesia terbukti selalu mendapat kepercayaan pasar dunia.

//MY_MAJALAH KBN #022