• Hyundai Kona. -IST-

Hyundai Siapkan Mobil Listrik Kona dan Ioniq untuk Indonesia

Hyundai Siapkan Mobil Listrik Kona dan Ioniq untuk Indonesia

Tue, 08/06/2019 - 12:40
Posted in:
0 comments

PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menggaku cukup tertarik menunggu keputusan soal regulasi kendaraan listrik di Indonesia. Meski bocorannya sudah terlihat bila mengarah ke kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), tapi Hyundai memilih untuk menunggu soal kepastian resmi.

Deputy Marketing Director HMI Hendrik Wiradjaja, mengatakan, Hyundai sudah punya rentang portofolio lengkap untuk dipasarkan, apakah itu berteknologi hibrida atau full listrik.

"Kami masih mempelajari regulasinya, karena yang ada saat ini baru draf dan bocoran-bocaran saja, belum terlalu fix bagaimananya. Memang kalau dilihat dari draf itu lebih ke full electrical bukan hybrid, tapi yang pasti kita punya kok produknya," ucap Hendrik di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Hendrik menjelaskan, bila arah pemerintah Indonesia mengembangkan kendaraan bermotor listrik dengan basis beterai, Hyundai memiliki Hyundai Kona dan Ioniq.

Seperti diketahui, selain hadir dengan pilihan mesin 1.600 cc, Kona yang bermain di segmen SUV kompak juga memiliki varian listrik dan hybrid. Sedangkan untuk Hyundai Ioniq memang datang sebagai sedan listrik yang disandingkan menantang Toyota Prius.

Ioniq pun dipasarkan di negara asal dengan tiga pilihan, yakni plug-in hybrid, hybrid, dan full electric. "Kona dan Ioniq listrik saya rasa cocok, tinggal balik lagi bagaimana kemungkinannya nanti. Masalah regulasi resminya itu nanti seperti apa," kata Hendrik.

Saat disinggung soal masalah insentif dan aturan kandungan lokal. Hendrik menilai dari sisi kacamata Hyundai Indonesia sebenarnya cukup menarik, karena selama ini para agen tunggal pemegang merek (ATPM) pun banyak yang menantikan soal kepastiannya.

"Saya tidak bisa bicara dari sudut Hyundai Motor Company (HMC), tapi kalau melihat trennya di mana juga semua ATPM menunggu, mustinya ini (insentif) menarik. Kami melihatnya dari sisi kandungan lokal, itu yang harus difokuskan untuk dikejar, karena kan dibuat berjenjang, tahun pertama berapa berikutnya berapa, kalau dari mesin dan dimensi, Kona dan Ioniq sudah masuk harusnya," ucap Hendrik.

Hyundai baru saja meluncurkan mobil listrik paling kuat di India dan berencana untuk membangun jaringan untuk mengisi daya juga.

Pembuat mobil Korea Selatan meluncurkan kendaraan listrik pertama untuk pasar India, Hyundai Kona Electric, di New Delhi pada hari Selasa. SUV bertenaga baterai dapat melaju dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam 9,7 detik dan menempuh jarak 452 kilometer (281 mil) dengan sekali pengisian daya, kata perusahaan itu.

Hyundai akan membantu pembeli mobil untuk memasang infrastruktur pengisian daya di rumah mereka, dan bekerja sama dengan perusahaan energi milik negara Indian Oil Corporation untuk memasang jaringan pengisi daya cepat di pompa bensin di Mumbai, New Delhi, Bangalore, dan Chennai. Mereka mampu mengisi daya kendaraan hingga 80% dalam 57 menit, kata perusahaan.

Hyundai menyiapkan jaringan pengisi daya cepat di empat kota di India untuk SUV listriknya.

Diluncurkan di Korea Selatan dan pasar global lainnya tahun lalu, Hyundai Kona memenangkan SUV Amerika Utara tahun ini di bulan Januari. Debut India Kona Electric datang hanya beberapa hari setelah pemerintah India mengumumkan insentif baru untuk menggunakan kendaraan listrik.

"India mengantarkan ke era baru dengan mobilitas bersih dan terhubung," kata CEO Hyundai India S.S. Kim dalam sebuah pernyataan. Hyundai "akan menghadirkan teknologi paling relevan di ruang mobilitas bersih di pasar India," tambahnya.

Menyajikan anggaran tahunan pertamanya pada hari Jumat, Menteri Keuangan baru India Nirmala Sitharaman mengumumkan rencana untuk memotong pajak pada produksi kendaraan listrik dan insentif bagi perusahaan yang membuat baterai lithium dan infrastruktur pengisian daya.

"[Kami] membayangkan India sebagai pusat global pembuatan kendaraan listrik," kata Sitharaman dalam pidatonya.

Hyundai saat ini produsen mobil No.2 India di belakang perusahaan patungan India Maruti Suzuki. Sekarang akan menjadi perusahaan kedua yang menjual mobil listrik di negara itu, setelah saingan lokal Mahindra.

Tetapi mobil listrik teratas Mahindra, E20 Plus, jauh lebih kuat, dengan kecepatan tertinggi hanya 50 mil per jam dan jangkauan maksimum 87 mil dengan sekali pengisian daya.

//KOMPAS/AUTONEWS/CNN/001