• -DIV P & P KBN-

KBN segera Bangun Kantor Keamanan Baru yang Lebih Representatif

KBN segera Bangun Kantor Keamanan Baru yang Lebih Representatif

Wed, 12/04/2019 - 03:08
Posted in:
0 comments


UNTUK memperbaiki kualitas layanan pada para investor, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman para mitra bisnis, PT KBN akan segera membangun gedung baru keamanan dan pemadam kebakaran yang lebih representatif.

Gedung baru akan menggunakan lahan eks Bank Mandiri (lama) yang tak jauh dari kantor KBN Pusat.

Lokasinya yang strategis, tak jauh dari gerbang dan kantor pusat diharapkan akan jadi simbol keamanan di KBN, khususnya buat investor di lingkungan KBN Cakung.

Kepala Divisi Perencanaan dan Pengawasan PT KBN Persero, Lusi Erniawati ketika ditemui di kantornya baru-baru ini menyebutkan, gedung akan dibangun dua lantai. Satu lantai seluas 20x7 meter persegi untuk pemadam kebakaran, satu lantai lagi dengan luasan 12x7 meter persegi sebagai kantor operasional divisi keamanan.

Proses pembangunan akan segera dilakukan. Pada akhir 2019 ini lelang untuk proyek dengan pagu anggaran Rp4 miliar ini akan digelar, sehingga diharapkan pada awal tahun 2020, pekerjaan konstruksi segera berjalan.

Kepala Bagian Perencanaan Divisi Perencanaan dan Pengawasan, Dedi Hendradi menambahkan, nantinya gedung baru akan mampu menampung 4 mobil pemadam. Di gedung tersebut akan tersedia sejumlah ruang, mulai dari ruang personel, ruang rapat, ruang pimpinan, ruang ganti, dan gudang.

Untuk akses, Dedi menyebutkan akan menyiapkan ruas jalan baru, Jl. Lombok Baru yang nantinya terhubung dengan Jalan Irian. Hal ini, karena Jalan Bali di depan kantor pusat yang lama akan dihilangkan.

Sementara itu, gedung lama nantinya akan dijadikan lahan komersial. Saat ini kondisi gedung sebenarnya sudah kurang memadai lagi. Selain letaknya kurang strategis di bagian belakang, dari segi bangunan kurang layak karena dibangun tahun 1970-an.

Kepala Bagian Keamanan, Rustono mengaku ikut senang kantor keamanan KBN yang baru segera direalisasikan. Diharapkan, dengan adanya kantor baru, operasional keamanan dan pemadam kebakaran bisa lebih cepat dan efektif.

Terus terang diakui Rustono, dengan posisi kantor pemadam yang sekarang membuat gerak operasi saat terjadi kebakaran di SBU Kawasan Cakung jadi kurang cepat. Hal ini terjadi setelah adanya klasterisasi kawasan berikat dan non berikat yang menyebabkan sejumlah akses jalan jadi tertutup.

Ini mengakibatkan target pemadam sampai ke lokasi maksimal 5 menit setelah info kejadian kadang sulit direalisasikan. "Biarpun titik terjadinya kebakaran kadang sangat dekat, tapi untuk masuk lokasi kadang harus berputar cukup jauh," kata Rustono.

Saat ini Divisi Keamanan mengendalikan 290 personel, di mana sebanyak 241 petugas dari pihak ketiga dan sebagian lagi dari internal. Petugas keamanan tersebar untuk SBU Cakung, Priok Marunda, kantor pusat, dan RSU Pekerja.

Sementara untuk armada pemadam kebakaran tersedia 8 personel, di mana 3 untuk Marunda dan 5 untuk SBU Cakung. Mereka mengendalikan 2 armada di Marunda dan 3 untuk SBU Cakung.

Dilihat dari personelnya, menurut Rustono jauh dari memadai. Namun, jangan khawatir. Bila terjadi kebakaran, ada petugas tambahan dari keamanan yang sudah terlatih pemadaman api disiapkan di lapangan.

//MAY__MAJALAH KBN#021