• Romi Nathani di kantornya. -INFOKBN.com-
  • Romi Nathani di kantornya. -INFOKBN.com-
  • Romi Nathani di kantornya. -INFOKBN.com-
  • Romi Nathani di kantornya. -INFOKBN.com-
  • Romi Nathani di kantornya. -INFOKBN.com-

Semerbak Wangi Sabun Mandi Produksi PT Orson, Dari Marunda Mendunia

Semerbak Wangi Sabun Mandi Produksi PT Orson, Dari Marunda Mendunia

Wed, 08/01/2018 - 18:23
Posted in:
0 comments

Komitmen akan kualitas yang terbaik membuat produksi PT Orson Indonesia tetap eksis dan produknya menyebar ke banyak negara. Bahkan dalam waktu dekat atas dukungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) akan melakukan ekspansi ke sejumlah negara di Afrika.

TAK banyak yang tahu sabun mandi mewah bermerk terkenal seperti merk Jolie, Blossom, Pearl dan lainnya diproduksi di Marunda, Jakarta Utara. Adalah PT Orson Indonesia yang memproduksi dan kemudian mengekspor sabun itu ke seantero belahan dunia. Mulai dari Timur Tengah, benua Afrika, sampai da-ratan Amerika Latin.

Sudah 16 tahun Orson Indonesia eksis sebagai produsen sabun batangan dengan kemasan luks itu. Selain sabun mandi, ada juga sabun cuci, sabun kesehatan, sabun laundry, dan juga shampo. Semua untuk pasar luar negeri.

“Semua untuk pasar ekspor. Produksi kita sama sekali nggak ada yang dijual di Indonesia,” kata Romi Nathani, Presiden Direktur PT Orson Indonesia kepada majalah KBN yang menemui di kantornya, baru-baru ini.

Bertahan belasan tahun berbisnis sabun dengan pasar luar negeri yang sampai sekarang terus berkembang tentu suatu prestasi yang tidak main-main. Tentu ada kiat-kiat khusus untuk menjaga agar kepercayaan pasar tetap terjaga dan terus bertumbuh.

“Tidak ada kiat khusus. Yang terpenting dalam bisnis ini kami selalu jaga kepercayaan (trust). Itu komitmen yang terus saya pegang sampai detik ini,” kata Romi.

Romi menyebut menjaga kepercayaan yang dimaksud yaitu selalu berupaya menjaga kualitas produk, mulai dari bahan, ukuran, berat, parfum, sampai kemasan (packaging). Dengan kualitas yang selalu terjaga dengan baik selama ini, PT Orson Indonesia terbukti selalu mendapat kepercayaan pasar dunia.

Bahkan, dalam upaya memperluas ekspor ke sejumlah negara di Afrika, Kamar Dagang Indonesia (KADIN) kabarnya menggandeng pabrikan yang telah mengantungi sertifikas ISO 9001: 2015 dan GMP Certified ini untuk memperluas pasarnya ke Afrika Utara, Maroko, Tunisia, Libya, dan Mesir.

“Sebenarnya permintaan ke negara-negara tersebut sudah lama saya terima, tapi karena keterbatasan produksi, belum bisa kami penuhi. Namun, dengan ajakan dari KADIN ini terus terang sangat mendorong kami, Orson Indonesia untuk eks-pansi ke sana,” akta Romi Nathani.

Belum jelas berapa tambahan produksi yang akan dimasukkan ke negara-negara di Afrika itu, yang jelas kalau itu terealisasi diyakini akan menambah produksi Orson cukup signifikan.

Sekarang, menurut Romi Nathani, PT Orson Indonesia mengekspor 240-320 kontainer sabun produksinya ke sejumlah negara tujuan. Jumlah tersebut dihasilkan dari 3 mesin yang selama ini dimilikinya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Orson segera menambah dua mesin baru yang lebih canggih dan berkapasitas besar, sehingga dalam sebulan bisa memproduksi seba-nyak 2.300 ton sabun.

Dengan mesin yang masih dalam proses pemasangan itu kapasitas produksi sabun di Orson Indonesia bisa digenjot lagi dengan tambahan produksi 4 ton per jam.

Mesin dengan teknologi kekini-an itu juga mampu memproduksi sabun multi colour yang belakang-an mulai banyak ditemukan di pasaran.

Disinggung tentang bahan baku, Romi mengatakan, selama ini bahan baku sabun yakni dari sawit cukup berlimpah, sehingga tidak perlu kecemasan akan kekuangan bahan baku. Karenanya, Orson akan segera all out untuk meningkatkan produksi.

“Produk kita bahan bakunya 95% lokal. Hanya sekitar 5 persen yang impor. Jadi, kita nggak khawatir produksi akan terganggu, karena semua raw material berlimpah di sini,” kata Romi.

Sabun mandi yang ada sekarang dibuat dari pengolahan minyak sawit menjadi noodle soap. Noodle soap ini kemudian diolah dengan mesin tertentu dengan ramuan sesuai yang diinginkan.

Menariknya, dalam rangkaian proses produksi sabun sama sekali tidak ditemukan limbah, karena bahan baku yang tidak tercetak akan kembali diproses bersama bahan lain.

Meski demikian, bisnis ini menurut Romi Nathani, margin keuntungannya sangat tipis. Perlu efisiensi di sana-sini agar produk bisa dihasilkan dengan harga yang bersaing di pasar internasional.

Beruntung bagi Orson Indonesia yang mendapat tempat usaha di kawasan berikat KBN Marunda, sehingga bisa mengurangi biaya pajak dan bisa menekan biaya produksi.

Awalnya, pabrik Orson Indonesia berada di Sunter, Jakarta Utara. Berada di luar kawasan berikat membuat usahanya terbebani dengan berbagai pajak. Setelah 3 tahun tak tahan dengan beban pajak, akhirnya Orson yang 100 persen produksinya untuk ekspor memin-dahkan usahanya ke kawasan KBN.

Dengan keringan pajak, investasi Orson di KBN Marunda terus bertumbuh. Penambahan mesin dan tenaga kerja terus terjadi untuk menjawab permintaan pasar yang terus naik.

Dari sisi tenaga kerja, Orson Indonesia tak membutuhkan banyak tenaga kerja dengan skill tinggi. Saat ini Orson yang memiliki 320 tenaga kerja, mayoritas malah low grade (70%), sementara 30% lagi yang memiliki kompetensi tertentu.

Turn over di Orson Indonesia selama ini juga dikenal sangat rendah. Hal ini karena manajemen sangat memperhatikan kesejahte-raan para pekerjanya. Selain gaji yang sesuai peraturan pemerintah, setiap tahun selalu ada acara ‘jalan-jalan’ bersama Family Gathering 2-3 kali. Inilah yang banyak disukai para pekerja.

Perusahaan sengaja memanjakan para pekerja bersama keluarganya agar karyawan yang sehari-hari tersita waktunya untuk bekerja bisa piknik gratis bersama keluarga. Orson menganggap bahwa keluarga pekerja juga bagian dari keluarga besar Orson Indonesia.

 “Kami menganggap SDM benar-benar aset berharga. Karenanya, kita harus perhatikan mereka, harus ada give and take. Ya, give and take, bukan take and give,” tegas Romi Nathani.

Loyalitas karyawan pada perusahaan bisa dilihat saat ada aksi demo organisasi pekerja. Mereka sebenarnya tidak mau ikut demo-demo bersama karyawan perusahaan lain, karena sadar hal itu akan mengganggu operasional perusahaan, tapi tidak jarang aktivis dari serikat pekerja sering nekad melakukan aksi sweeping ke pabrik-pabrik memaksa para pekerja untuk ikut berdemo.

Kurang ketatnya pengamanan di kawasan tempat usahanya ini membuat mobilisasi buruh dengan cara sweeping terus berlangsung sampai sekarang. “Ini yang sebenarnya saya sayangkan, mengingat ini kawasan obyek vital di mana keamanannya seharusnya punya standar yang lebih ketat ketimbang kawasan industri umum,” kata Romi.

Iklim usaha yang kondusif, bahan baku yang berlimpah, dan SDM yang loyal akan menjadi andalan PT Orson Indonesia tetap eksis sebagai produsen sabun yang terus eksis di pasar dunia.

>MAY // ARTIKEL TELAH DITERBITKAN DI MAJALAH KBN #015 versi digital dan printing.