• Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di PT Kahoindah Citra Garment. -INFOKBN.com-
  • Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di PT Hansae KBN Cakung. -INFOKBN.com-
  • Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di gerbang masuk KBN Cakung. -INFOKBN.com-

Ini Dia! Strategi ‘Survive’ Para Investor KBN Hadapi Pandemi Covid-19

Ini Dia! Strategi ‘Survive’ Para Investor KBN Hadapi Pandemi Covid-19

Tue, 06/09/2020 - 08:27
Posted in:
0 comments

BERBAGAI cara ditempuh untuk tetap survive di tengah guncangan pandemi Covid-19. Sejumlah investor di kawasan industri KBN yang terdampak dari penerapan protokol PSBB (pembatasan sosial berskala besar) harus melakukan berbagai langkah penyesuaian. Mulai dari penggiliran jam kerja karyawan, pengurangan jam kerja, menonaktifkan sebagian staf kantor untuk waktu tertentu sampai meniadaan lembur untuk menekan biaya operasional perusahaan.

Wabah virus corona yang kemudian menjelma jadi pandemi telah menimbulkan krisis ekonomi global. Dunia bisnis mengalami keguncangan yang luar biasa. Perusahaan besar, menengah, bahkan perusahaan kecil mengalami kontraksi yang begitu hebat. Kondisi ini berdampak pada lapangan kerja formal maupun informal.

Di tengah upaya pemerintah masing-masing negara memerangi penyebaran Covid-19, para pimpinan perusahaan tak mau diam. Mereka tak ingin perusahaan yang menjadi bagian dari penghidupan banyak orang itu mendadak gulung tikar terimbas pandemi Covid-19.

Banyak siasat coba dilakukan kalangan investor untuk bertahan dari keadaan yang tidak menguntungkan ini. Sejumlah skenario pun dipersiapkan, termasuk bila sampai kondisi paling buruk buruk terjadi. Para pengambil keputusan berharap siasatnya untuk bertahan mampu mengamankan perusahaan dari kebangkrutan dan segera keluar dari cobaan besar tersebut.

KBN dengan 122 investor atau perusahaan di dalamnya punya punya cara masing-masing dalam mengatasi pandemic Covig-19 ini. Mereka juga punya strategi survive yang beda-beda. Baik yang bergerak di bisnis garmen, pergudangan, depo kontainer, dan usaha-usaha lainnya.

Bagi kalangan pengusaha depo kontainer yang tergabung dalam Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) wabah Covid-19 ini merupakan puluhan yang telak bagi bisnis mereka. Sejak Maret lalu, menurut Ketua Umum Asdeki, H. Muslan, omset mereka mengalami penurunan pasar yang cukup drastis sampai 40%.

Sejumlah langkah demi penyelamat-an usaha terus dilakukan. Selain mengurangi SDM sampai setengah dari kondisi normal, jam kerja pun dipangkas. Ini semata-mata demi pemenuhan protokol PSBB sekaligus penghematan biaya perusahaan.

Menurut Muslan, pelayanan operasional juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing depo kontainer atau menyesuaikan keinginan pelanggan. Bila biasanya depo beroperasi 24 jam non stop, selama pandemi ini jam kerja berkurang menjadi 16 jam, sehingga Senin-Jumat hanya buka pukul 08.00-22.00 WIB, sementara Sabtu hanya melayani pukul 08.00-16.00 WIB.

Perusahaan depo yang biasanya beroperasi nonstop 24 jam bekerja kini juga diliburkan pada Minggu atau hari libur nasional. SDM pun dibagi dua dengan menerapkan sistem ganjil-genap atau hanya masuk dua hari sekali.

Standar operasional dibuat sesuai dengan protokol PSBB seperti masing-masing depo harus menyiapkan tempat cuci tangan dengan hand sanitizer, selalu menjaga jarak aman, dan menghindari kontak langsung dengan pihak lain.

Akibat wabah corona, para pengusaha di bawah bendera Asdeki, lanjut Muslan mendapat tekanan pasar yang cukup berat. Apalagi sebelumnya mereka juga baru terdampak perang dagang AS-China. Karenanya, untuk terus bertahan dan menekan seminimal mungkin angka pemutusan hubungan kerja, Asdeki telah menyurati Menko Perekonomian untuk mendapatkan kebijakan relaksasi pajak.

H. MuslanAsdeki ingin ada stimulus dari pemerintah atau BUMN untuk meringankan atau pemotongan beberapa biaya seperti sewa lahan, PPH 21, PPH 25 dan PPH pasal 4 ayat 2, penangguhan beban BPJS, tambahan waktu open stake ekspor-impor dan penyesuaian jam operasional.

Penurunan omset perusahaan yang sangat signifikan juga dialami PT “K”Line Mobaru Diamond Indonesia (KMDI). Menurut Managing Director PT KMDI, Prajudi Hendarto, anjloknya pendapatan mulai terasa sejak Maret 2020 lalu, dan kemudian terus membengkak sampai April ini yang diperkirakan hanya mencapai 50% dari kondisi normal.

KMDI yang bergerak di bidang transportasi dan depo kontainer ini mencoba bertahan dengan berbagai cara. Salah satunya yang sudah dilakukan yaitu menekan biaya perusahaan dengan pengurangan jam kerja karyawan.

Bila biasanya selalu ada kerja lembur, sekarang ditiadakan. Investasi dan biaya-biaya lain sementara juga ditangguhkan sambil menunggu kondisi pulih kembali.

Sejauh ini PT KMDI belum sampai pada rencana pengurangan karyawan, khususnya yang kontrak. Langkah tersebut diupayakan sebagai alternatif terakhir, ketika efisiensi tidak mampu lagi mengatasi operasional perusahaan.

Pandemi corona akhir-akhir ini bagi KMDI telah menyebabkan fenomena baru yang jarang terjadi, yakni adanya in-balance antara kontainer eks impor yang masuk dengan kontainer untuk ekspor. Eksportir yang menunda ekspor karena masalah di negara tujuan membuat depo kontainer harus melakukan penambahan volume di depo.

Sementara itu, akibat penurunan produksi otomotif sampai 50%, bahkan sebagian sudah stop produksi membuat armadanya lebih banyak yang berhenti beroperasi. Untuk operasional, PT KMDI dengan ketat memberlakukan aturan tentang protokol Kesehatan Covid-19 yang diberlakukan pemerintah.

PrajudiPT “K”Line Mobaru Diamond Indonesia (KMDI) dikenal sebagai salah satu perusahaan pengangkut-an mobil dan motor paling sibuk di Jakarta. Tiap hari ribuan kontainer aneka ukuran dan isi keluar-masuk 24 jam nonstop. Terlebih pada hari-hari di mana arus bongkar-muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok sedang ramai. Kini, akibat wabah corona, seperti perusahaan lain juga terpe-ngaruh dampaknya. Paling tidak ini bisa dilihat dari kesehariannya di depo KMDI di Jl. Padang, Marunda.

Perusahaan logistik lain, PT Sarana Prima Logistindo (SPL) yang juga mengalami penurunan omset perusahaan juga telah mengurangi staf untuk bekerja di kantor. Langkah ini ditempuh untuk memenuhi protokol Covid-19 yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.

Gindo ArisandyGindo Arisandy, Mananging Director PT SPL mengungkapkan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ekspor produk-produk garmen di mana sekarang produksi tetap berjalan, SPL tidak teralu parah mengalami penurunan omset. Kendala yang cukup berarti sejumlah ekspor beberapa produk menjadi tertunda karena negara tujuan ekspor belum menerima produk pesanan yang diimpor dari Indonesia.

Investor lain, PT Dua Kuda Indonesia demi kelangsungan bisnis tetap beroperasi, namun dengan mengikuti protokol Kesehatan PSBB DKI Jakarta. Operasional dalam kondisi yang minimal yakni 25% dari kapasitas produksi normal.

PT Dua Kuda meminimalkan produksi yang sekaligus meminimalkan jumlah orang yang masuk kerja agar karyawan yang masuk tetap bisa membagi jarak, harus mengikuti social dan phisical distancing.

Dirut PT Dua Kuda Indonesia.Sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) dari China di mana Wuhan menjadi titik awal penyebaran Covid-19, sejak awal PT Dua Kuda sudah menerapkan pengalaman yang ada di China dengan menerapkan standar keamanan yang sangat ketat di Dua Kuda.

“Sejak Presiden RI mengumumkan ada warga Indonesia yang positif corona, pada 2 Maret lalu, kami langsung melakukan rapat internal untuk mengambil langkah-langkah seperti pembatasan jarak, tamu-tamu harus dibatasi, semua harus memakai masker dan regulsi lain yang kami pandang perlu diterapkan di sini,” kata Direktur Utama PT Dua Kuda Indonesia, Lou Dong Ping.

Pengalaman di China juga lebih awal diterapkan di Dua Kuda Indonesia, atau jauh sebelum pemerintah Indonesia mengumumkan protokol mengumumkan langkah-langkah menghadapi wabah corona.

Setiap karyawan masuk tes dengan cek suhu. Karyawan dengan suhu di atas 37 derajat Celcius diharuskan pulang ke rumah. Tidak satu pun yang diperbolehkan masuk tanpa APD (alat pelindung diri) dan masker.

Di Dua Kuda operasional dibagi dalam 3 shift dan setiap shift dilakukan cek suhu tubuh lagi oleh bagian HSE (Health, Safety & Environment). Pertama cek suhu dari satpam, kalau lolos masuk, kalau gagal disuruh pulang. Kedua kalinya setelah bekerja kurang lebih setengah jam, dicek lagi oleh bagian HSE. Kalau tidak lolos akan diminta kembali ke rumah.

Bagi karyawan yang ditemukan tidak pakai masker akan disuruh pulang, karena perusahaan sudah menyediakannya secara gratis. Sebelum masuk juga ada penyemprotan disinfektan dan para pekerja harus mencuci tangan dengan hand sanitizer.

Pentingnya penerapan protokol Covid-19 ini juga disosialisasikan setiap hari kepada karyawan. Dua Kuda berupaya untuk semaksimal mungkin menjalankan semua protokol dengan harapan kita semua berhasil melewati wabah covid dengan tanpa ada hambatan apa pun.

Dua Kuda menyadari, semakin lama pandemi ini berlangsung, semakin besar pula kerugian yang akan diderita perusahaan. Karenanya, penting untuk mentaati aturan ini agar pandemi ini segera berlalu.

Keseriusan Dua Kuda dalam penerapan protokol ini bisa dilihat dengan dibentuknya polisi corona di dalam pabrik. Polisi ini akan melakukan sidak kepada semua orang di dalam pabrik yang tidak mengikuti protokol, seperti tidak pakai masker atau karyawan yang suhunya di luar standar, di mana akan langsung ditindak langsung dalam 24 jam.

PT Asian Agriagung Jaya (AAJ) Marunda yang bernaung di bawah Apical Group juga mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan selalu mengi-ngatkan kepada para karyawan untuk selalu mematuhi peraturan pemerintah.

ApicalGeneral Manager Apical Marunda (Marunda), Lim Teck Guan mengatakan, pihaknya selama masa PSBB selalu memberlakukan work form home (WFH). Karyawan sepulang dari tempat kerja harus langsung kembali ke rumah dan tidak bepergian keluar, kecuali untuk keperluan penting se-perti membeli makanan.

Karyawan yang sedang bekerja dari rumah diminta mengukur suhu tubuhnya dua kali sehari. Apabila karyawan memiliki gejala Covid-19 seperti demam, sakit tenggorokan, pilek, kelelahan, batuk, badan nyeri, sulit bernafas, dll diminta untuk segera mengunjungi dokter atau pergi ke rumah sakit. Selanjutnya, karyawan ybs diminta menginformasikan kepada Human Resource setiap perkembang-annya.

Sebagai produsen makanan utama yang berkelanjutan (sustainable), AAJ sangat mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya.

Sosialisasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19 terus digalakkan, seperti pemberlakuan social distancing (minimal 2 meter), menghindari kerumunan, menghindari mengunjungi teman atau kerabat dan menghindari menerima kunjungan teman atau kerabat, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta memakai masker untuk aktivitas sehari-hari di kantor maupun di luar rumah.

Bagi Apical keselamatan karyawan adalah prioritas, karena itu Apical menurut Lim Teck Guan akan terus memaksimalkan semua upaya agar semua karyawan terhindar dari wabah ini.

Dari data yang ada di PT KBN Persero selaku pengelola kawasan industri, pada tahun 2020 terdapat 122 perusahaan, di mana terdapat 62 perusahaan berkegiatan, terdiri dari 53 investor PMA dan 9 PMDN.

Investor asing didominasi dari Korea Selatan (54,1%) disusul Taiwan dan Cina (27,9%) dan sisanya negara-negara lain (18%).

Perusahaan yang beroperasi seluruh produknya diekspor, terutama ke Amerika, Eropa, dan Jepang. Produknya sebagian besar berupa garmen (71,0%), sianya gloves, furniture & wood proecess dan lainnya.

Saat ini dari 122 perusahaan yang beroperasi di Cakung, Tanjung Priok, dan Marunda menyerap 30.786 tenaga kerja dengan rincian 290 TKA dan 30.418 tenaga kerja lokal Indonesia.

Pada masa penerapan protokol kesehatan, Covid-19, tiga perusahaan masing-masing PT Hansae, PT Kaho Indahgarment dan PT Dayup sempat mengalami beda tafsir dengan Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, sehingga sempat terjadi penutupan sementara.

Setelah melakukan koordinasi dengan mediasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), beda tafsir yang terjadi akhirnya disolusi dengan membuka kembali operasional tiga perusahaan yang mengantongi izin khusus dari Kementerian Perindustrian tersebut.

Ketua KOGA (Korean Garmen Association), Ahn Chang Sub, yang ikut menangani tiga perusahaan tersebut melihat ada semacam perlakuan berbeda dalam menerjemahkan protokol Covid-19 di DKI Jakarta. Padahal, di daerah lain perusahaan sejenis di bawah KOGA tidak ada masalah.

Beruntung penutupan itu tidak berlangsung lama, sehingga kerugian bisa lebih ditekan. Namun, sebenarnya upaya penutupan itu bisa dihindari kalau ada komunikasi yang baik antara Pemprov DKI dengan pihak pengusaha.

Ketua KOGA“Dari 500-an anggota KOGA di Indonesia, baru kali ini ada penutupan 3 pabrik anggota kami yang ada di Jakarta,” kata Ahn Chang Sub.

Dalam mediasi yang dihadiri Kepala BKPM dan melibatkan KOGA, KBN, Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta dan pihak investor akhirnya disepakati bahwa operasional perusahaan boleh tetap berjalan, namun untuk mencegah penyebaran Covid-19 harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Ketiga perusahaan yang ditutup sementar itu tidak diperbolehkan mengoperasikan perusahaan dengan kapasitas penuh. Begitu pun soal jarak antar pekerja harus diatur minimal satu meter. Bila pembagian shift tidak dimungkinkan, perlu ada penjadwalan bekerja dengan sistem ganjil-genap atau sehari kerja sehari libur seperti yang diberlakukan di perusahaan lain.

Meskipun upaya penutupan sementara sudah dicabut, Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Andriansyah akan terus mengawasi pelaksanaan dari PSBB tersebut. Pihak PT Hansae melalui direktur utamanya menyatakan kesiapannya untuk mematuhi apa yang diminta Disnaker DKI Jakarta.

Dirut HansaeDirektur Utama PT Hansae Indonesia, Yeum Jung Yun dalam pertemuan yang dihadiri Kepala BKPM tersebut menyebutkan, kerugian kalau pabrik ditutup mencapai Rp150 juta/hari. Sulit dibayangkan kalau itu terjadi, akan seperti apa dampaknya bagi sekitar 700 pegawai yang kini hidup bersama dengan Hansae.

PT Kaho Citra Indah Garment juga langsung memenuhi persyaratan yang diminta Disnaker Provinsi DKI Jakarta dan Kemenperin.

Dirut KahoSteve Chang, Dirut PT Kaho Indah Citra Garment menyebutkan perusahaannya tidak keberatan dengan protokol kesehatan Covid-19, meskipun saat ini beroperasi hanya 50% dengan menerapkan sistem ganjil-genap line produksi.

Saat peninjauan Menteri Perindustrian baru-baru ini, PT Kaho malah sudah dinyatakan sebagai pilot project atas penerapan protokol Covid-19 bagi industri sejenis. Kaho telah mematuhi IOMKI (izin operasional dan mobilitas kegiatan industri).

Kepala BKPM.Kepala BKPM, Bahdil Lahadalia meminta semua perusahaan yang mendapatkan pengecualian dalam PSBB dengan mengantungi IOMKI harus mengikuti protokol Kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemerintah berupaya menekan seminimal mungkin adanya PHK. Dengan perusahaan berorientasi ekspor ini beroperasi, lanjut Bahlil, berarti ada pemasukan devisa bagi negara.

“Kita selalu mengkampanyekan jangan lakukan PHK. Makanya pemerintah berikan stimulus PPN, PPh badan, kredit pokok tanpa bunga ditunda 6 bulan. Itu stimulus agar perusahaan mempertahankan karyawan,” katanya.

Meski ada Covid-19, lanjut Bahlil, bukan berarti dunia industri tidak jalan, semua akan tetap jalan, yang terpenting tetap memperhatikan SOP atau protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. <> MAY

// MAJALAH KBN #022

Sewa gudang