• Covid-19. -IST-

Kenali & Waspadai Bahaya Covid-19

Kenali & Waspadai Bahaya Covid-19

Tue, 06/09/2020 - 16:22
Posted in:
0 comments

Ada petunjuk yang mengindikasikan gejala yang tidak biasa sebelum diketahui positif Co-vid-19. Apa itu?

VIRUS Corona yang menyebabkan pandemi penyakit baru Covid-19 telah menghebohkan dunia. Dampak dari penyebaran virus ini telah menyebabkan ekonomi dunia terguncang. Pasar saham, pasar uang, dan lainnya dibuat berantakan.

Ratusan ribu jiwa yang positif terinfeksi Covid-19 telah tewas. Virus tanpa ampun menginfeksi siapa saja dari rakyat kecil, para selebritis sampai pesohor dunia. Mengerikan? Itulah yang kini bikin semua warga di bawah langit ini bersatu berusaha melawan virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, China ini.

Sebenarnya seperti apa gejala terinfeksi Covid-19 ini? Bagaimana upaya menjauhinya?

Sejauh ini gejala paling umum yang positif Covid-19 adalah batuk ke-ring, demam, dan kesulitan bernapas. Meskipun demikian, ada juga sejumlah orang yang terinfeksi virus corona tanpa memiliki gejala sakit sama sekali.

Seorang mahasiswa di Malang yang dirawat di rumah sakit setempat malah mengaku baru tahu jadi pasien Covid-19 ketika sudah pulang dari rumah sakit.

Sebuah penelitian menunjukkan tentang adanya proporsi yang signifikan dari orang yang menunjukkan gejala lain lebih dulu, seperti diare atau kehilangan fungsi indera pen-ciuman dan rasa.

Dari studi di The Lancet melaporkan hanya 3 persen pasien di China yang mengalami diare. Sedangkan menurut WHO, sekitar 5 persen pasien mengalami mual-mual. Biasanya pasien-pasien ini juga kemudian menunjukkan gejala yang lebih umum, seperti kesulitan bernafas, demam, atau batu-batuk.

Dalam sebuah laporan di sebuah panti jompo di Washington, hampir sepertiga penduduk yang dites positif virus corona, setengahnya sama sekali tidak memiliki gejala. Namun, beberapa pasien yang positif terinfeksi virus corona, memiliki gejala yang tidak biasa, seperti perasaan tidak nyaman, meriang, atau gelisah.

Dalam beberapa kasus, Covid-19 yang muncul disertai dengan gejala malaise, disorientasi, atau kelelahan tanpa sebab. Ini adalah salah satu gejala atipikal yang paling sering dilaporkan.

Biasanya tanda-tanda tersebut disertai gejala lain, seperti batuk atau demam. Kelelahan yang sering menyertai gejala lain, jarang dilaporkan karena tidak ada gejala yang lebih umum.

Indikasi lain dari terinfeksi virus ini adalah kebingungan parah atau ketidakmampuan untuk bangun dapat menjadi tanda peringatan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pence-gahan Penyakit (CDC), orang-orang yang mengalami gejala-gejala tersebut perlu waspada, terutama terutama jika gejala tersebut disertai tanda-tanda kritis seperti bibir kebiru-biruan, kesulitan bernapas atau nyeri dada.

Tanda lain yang sering dialami adalah kedinginan dan nyeri otot. Juga ada yang sakit kepala dan pu-sing. Menurut WHO, 11 persen pasien yang diteliti mengeluhkan kedinginan dan 14 persen melaporkan nyeri otot. Sementara menurut penelitian The Lancet, sekitar 8 persen pasien Covid-19 mengeluhkan sakit kepala. Beberapa kasus infeksi virus corona juga turut dilaporkan adanya gejala pusing atau serangan pusing yang cukup

Hidung berlendir atau pilek jarang menjadi tanda gejala infeksi virus corona. Sebagian besar dianggap sebagai indikasi alergi atau pilek karena flu. Namun, sebagian kecil pasien Covid-19 mengalami hidung tersumbat atau pilek.

Menurut laporan WHO, kurang dari 5 persen orang mengalami gejala ini. Bersin juga tidak terkait dengan infeksi virus corona. Jika Anda memiliki salah satu gejala-gejala ini, kemungkinan besar penyakit lain, alergi atau pilek. Namun, sebagian lagi penderita diketahui tanpa gejala.

Masker adalah salah satu alat perlindungan diri yang saat ini banyak dicari masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 atau virus Corona. Masker yang tepat dapat mengurangi risiko tertular virus yang mematikan ini.

Menurut penelitian, virus yang menyebabkan Covid-19 dapat hidup di permukaan hingga 72 jam. Oleh karena itu, para dokter menyarankan untuk memiliki tiga masker penutup wajah yang dapat digunakan secara bergantian.

Tinggal di rumah (stay at home) dan menjaga jarak (phisical distancing) minimal 1,5-2 meter juga bisa mengurangi risiko tertularnya virus corona. Pertemuan dengan banyak orang di satu tempat akan memperburuk kondisi bagi tertularnya virus tersebut.

Berjemur 15-20 menit antara pukul 10.00-11.00 pagi juga diyakini akan membantu tubuh dari serangan Covid-19. Tubuh yang mendapatkan vitamin D secara cukup akan memperkuat sistem imun tubuh.

Menurut guru besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof dr Madarina Julia, SpA(K), MPH, PhD, tubuh manusia memerlukan sinar matahari untuk membantu meningkatkan produksi vitamin D di dalam tubuh. Sinar matahari ini menjadi sumber utama vitamin D alami, sementara hanya sedikit sekali yang berasal dari makanan.

Sistem imun ini menjadi pertahanan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Kekurangan vitamin D pada tubuh dapat menghambat pertumbuhan dan rentan terinfeksi virus maupun bakteri.

Penyebaran virus corona yang begitu masif di musim hujan menuntut tubuh kita harus punya kekebal-an tubuh yang prima. Sayangnya, beberapa kebiasaan sehari-hari tanpa diketahui bisa melemahkan kekebal-an tubuh sehingga Anda berisiko sakit.

Apakah Anda merokok, malas olahraga, atau sering mengonsumsi makanan olahan? Seperti dilansir Times of India, (1/4/2020), kebiasaan mengkonsumsi makanan olahan, stres, kurang tidur, minum alkohol berlebihan, merokok, dan tidak membiasakan berolahraga menjadi faktor penyebab tubuh tidak fit dan rentan terinfeksi virus Corona.

Untuk menghindari infeksi Co-vid-19 disarankan untuk menjaga kesehatan paru-paru dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Menurut penelitian, ada lima makanan yang baik untuk kesehatan paru, yakni apel, bawang putih, sayur-sayuran hijau, dan ikan salmon.

Berbagai penelitian terus dikembangkan ilmuwan di seluruh dunia untuk menemukan vaksin atau obat Covid-19 ini. Klaim keberhasilan dari segala penjuru dunia mulai terpubli-kasi. Namun, sejauh ini belum terbukti efektif mengatasi penyebaran Covid-19 yang telah jadi momok dunia.

<>TOTO/BERBAGAI SUMBER

//MAJALAH KBN #022