• Gindo Arisandy, GM PT SPL. -INFOKBN.com-

Kiat Sukses Bisnis PT Sarana Prima Logistindo dengan Manajemen Islami

Kiat Sukses Bisnis PT Sarana Prima Logistindo dengan Manajemen Islami

Wed, 06/17/2020 - 04:41
Posted in:
0 comments

PT Sarana Prima Logistindo (SPL) dalam operasional sehari-hari mencoba menerapkan manajemen islami. Ternyata, budaya kerja telah tercipta dengan baik, perusahaan pun terus mengalami perkembangan.

WABAH virus korona merebak ke mana-mana. Banyak bisnis mendadak terhenti karena dampak dari virus berkode Covid-19 itu. Sejumlah perusahaan PLB (pusat logistik berikat) yang mengimpor barang-barang impor dari China terkena imbas pa-ling parah.

Di tengah sepinya transaksi bisnis pergudangan, sebuah pemandangan yang berbeda terjadi di lingkungan PT Sarana Prima Logistindo (SPK) zona C-02 KBN Marunda. Truk-truk kontainer berbagai ukuran tampak sibuk keluar-masuk area pergudang-an tersebut.

Antrean truk dan mobil boks di dekat pintu masuk mengular panjang. Mereka menunggu giliran masuk untuk bongkar barang untuk kemudian dimuat dalam kontainer-kontainer dalam rangka ekspor.

Cek barang“Kebanyakan mereka mengantarkan produk-produk fashion dunia bermerk H & M dari sejumlah pabrikan di KBN,” Gindo Arisandy,  Managing Director PT SPL  ketika ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Produk-produk baju yang sudah dikemas dalam kotak dus aneka ukuran tersebut didata dengan cek barcode (vending machine)  yang sudah terkoneksi dengan buyer-nya di sejumlah negara. Barang kemudian dikelompokkan berdasarkan negara tujuan ekspor.

Dalam satu hari, menurut Gindo, PT SPL rata-rata mengirimkan 10 kontainer produk H & M ke sejumlah negara tujuan. Hanya dari melihat kode-kode tertentu, pihak SPL maupun mitra tahu ke mana barang tersebut akan dikirim.

Mirip dengan pengaturan gudang-gudang logistik di manca negara, di PT SPL ini pun tampak begitu rapi. Semua dikelola dengan sangat baik dan profesional. Bos SPL yang lulusan ilmu komputer UPN Veteran Jakarta ini sudah membuat aplikasi sistem pengelolaan gudang bernama Warehouse Management System (WMS).

WMS yang tahun lalu membawa-nya sebagai perusahaan dengan penerapan teknologi terbaik ini terintegrasi dengan Expeditors, forwarding internasional yang jadi mitra SPL. SPL bertanggungjawab atas keamanan barang sampai ke atas kapal pesanan buyer.

Menjadi mitra dari perusahaan-perusahaan kelas dunia membuat SPL harus memiliki standar kerja dan keselamatan yang tinggi. Salah satunya semua pegawai, mitra dan pihak terkait dilarang merokok di lingkungan PT SPL.

“Standar kami sama dengan di SPBU, tidak ada kompromi untuk merokok atau menyalakan api. Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi,” kata pria yang lama berkarier di grup usaha Samudera Indonesia ini.

Selain produk garmen, PT SPL selama ini banyak melayani gudang untuk produk lain. Salah satunya yang suku cadang mobil untuk merk Toyota.

Bergabung dengan KBN pada 2018 lalu, PT SPL merupakan salah satu perusahaan yang dikenal sangat baik dalam sisi manajemen. Didukung sekitar 100 pekerja, SPL yang mayoritas didukung tenaga muda tahun 2019 lalu mendapat penghargaan atas kepatuhan dan loyalitasnya pada KBN.

Manajemen islami

Menariknya, di balik keberhasilannya, PT SPL menerapkan manajemen islami. Di hadapan semua pegawai Gindo tak henti-hentinya untuk menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan itu sebagai ibadah. Pegawai juga harus selalu berbuat baik. Bagi Gindo, berdakwah itu juga bisa dilakukan lewat kerja.

Manajemen islami ini harus dijalankan semua pegawai dalam kese-harian. Tak mengherankan ketika datang waktu sholat misalnya, semua pegawai sementara waktu harus meninggalkan pekerjaan dan segera mengikuti shalat berjamaah yang selalu diadakan di tempat kerja.

Ini bukan saja dilakukan karyawan di bagian administrasi atau kantor, tapi juga di bagian lain, termasuk  operasional. Di antara deretan tumpukan kardus-kardus, digelarlah karpet untuk mengadakan shalat berjamaah. Bahkan, biasanya supir dan kernet dari pengantar barang juga ikut serta sholat berjamaah.

“Ibadah terbesar itu sholat, jadi harus kita utamakan, kita lakukan berjamaah,” kata Gindo yang sore itu bersama para karyawan tampak mengikuti sholat Ashar bersama di lantai dua kantor SPL Marunda.

Menurut Gindo, ketaatan setiap pegawai pada ajaran agama akan terlihat pula dalam pelaksanaan kerja sehari-hari. Inilah mengapa setiap pegawai bukan saja harus punya skill sesuai kebutuhan perusahaan, tapi juga harus jujur, punya etos kerja yang bagus, dan juga tentunya menjalankan perintah agama dengan baik.

Dalam setiap seleksi calon pegawai, menurut Gindo, unsur religi seorang calon akan menentukan saat tahap penentuan akhir antara diterima dan tidaknya seorang kandidat.

Standar yang sama juga berlaku bila nanti perusahaan memiliki calon karyawan non muslim. Gindo menginginkan semuanya agama jadi filosofi dalam bekerja. Semua harus menyadari bahwa bekerja bukan saja untuk mencari nafkah, tapi juga ada tanggungjawab pada sang Pencipta.Ini untuk menghindari perbuatan tak terpuji yang dilarang agama.

“Kecerdasan dan kecanggihan teknologi yang dikuasai tanpa diimbangi iman bisa malah mencelakakan lho...,” tegas Gindo.

Setelah perusahaan berkembang pesat dari awal 15 pegawai kini setelah tiga tahun menjadi 100-an pegawai, SPL akan selalu mencari bakat-bakat muda yang potensial. SPL cenderung lebih suka merekrut fresh graduate agar mudah di-setting sesuai kebutuhan korporasi.

//MAY_MAJALAH KBN #022