• Direktur PT KMDI, Prajudi Hendarto. -INFOKBN.com-
  • Direktur PT KMDI, Prajudi Hendarto. -INFOKBN.com-
  • Depo kontainer KMDI di Marunda. -INFOKBN.com-

Kisah Sukses PT KMDI Merajai Bisnis Pengangkut Mobil & Motor

Kisah Sukses PT KMDI Merajai Bisnis Pengangkut Mobil & Motor

Tue, 05/15/2018 - 14:17
Posted in:
0 comments

MENGAWALI bisnis sebagai car carrier specialist truck, PT “K”Line Mobaru Diamond Indonesia (KMDI) berkembang dan merambah ke bisnis depo kontainer dan logistik. Markas divisi depo kontainer dan logistik kini menempati di Jl. Padang Blok C.3 No.13-14 KBN Marunda, Jakarta Utara.

Tiap hari ribuan kontainer aneka ukuran dan isi keluar-masuk di lokasi tersebut. Kesibukannya benar-benar 24 jam. Terlebih pada hari-hari di mana arus bongkar-muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok sedang ramai.

Untuk mendukung perkembangan bisnisnya, PT KMDI yang merupakan usaha patungan Indonesia-Jepang ini sebenarnya membutuhkan lahan baru sampai 10 hektar. Namun, ternyata untuk mengadakan lahan dengan luasan sebesar itu tidaklah mudah, apalagi di dekat pelabuhan.

“Untuk sementara kita mengoptimalkan lahan yang tersedia dulu,” kata manajer Depo Kontainer dan Logistic Service PT KMDI, Teguh Fajar Margiyono ketika mengajak majalah KBN mengunjungi kantornya, beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, arus keluar-masuk kontainer di deponya semakin sibuk. Ini bisa dilihat dari antrean truk-truk kontainer pada waktu-waktu tertentu. Sesuai namanya, KMDI terafiliasi dengan pelayaran “K” Line Shipping yang memiliki 49% saham KMDI.

PT “K”Line Mobaru Diamond Indonesia (KMDI) merupakan salah satu perusahaan car carrier dan motor carrier terbesar di Indonesia. Menguasai 20% pasar, KMDI didukung oleh 1.500 armada yang tersebar di seluruh Indonesia.

Divisi depo kontainer dan layanan logistik merupakan salah satu yang prospeknya sangat bagus. Demikian antara lain disampaikan Direktur PT KMDI, Prajudi Hendarto ketika ditemui di kantor pusatnya, Jl. Sultan Agung Pondok Ungu, Bekasi Barat.

Kiprah KMDI di bisnis depo kontai-ner dan logistik memang belum sebesar di di car carrier, karena di sinilah core business  KMDI. Di bisnis jasa ini, perusahaan yang mendapat penghargaan sebagai salah satu yang terbaik versi KBN Awards 2017 ini sudah mengawalinya  2003 lampau.

Mengawali langkah dengan 300 armada truk pengangkut mobil, kini KMDI sudah berkembang menjadi 1.500 armada yang tersebar di seluruh Indonesia. Jangan heran bila di jalanan kita temukan truk pengangkut kendaraan mayoritas merupakan armada KMDI.

Sejak berdiri, KMDI tidak pernah tergantung pada salah satu pabrikan mobil ataupun motor. Meski pelayarannya terafiliasi dengan “K”Line Jepang, toh semua jenis mobil, baik itu keluaran Jepang, seperti Toyota, Nissan, Mitsubishi, Suzuki dan lainnya kita angkut. Kita juga bawa ken-daraan merk Audi, Chevrolet, Peugeot, VW, Mercy, atau produk Eropa dan Amerika lainnya.

Truk-truk transporter kendaraan milik KMDI tersebut didesain khusus dan memiliki berbagai model dan ukuran. Yang terbaru satu truk bisa diisi dengan 4 truk atau 8 mobil sekaligus.

Sementara untuk truk pengangkut motor terbaru tersedia dengan tiga tingkat di mana sekali angkut bisa membawa 120 unit sepeda motor.

“Kita terus perbarui agar pelayanan kepada konsumen benar-benar maksimal, sesuai dengan keinginan pe-langgan,” kata Prajudi Hendarto.

Terintegrasi dengan bisnis pelayaran “K” Line Shipping sebagai value added, namun KMDI terus memperluas wilayah bisnis dengan cabang-cabangnya di Surabaya, Bali, dan mungkin di wilayah lain di masa-masa yang akan datang.

Bisnis KMDI menurut Prajudi dari awal sampai sekarang boleh dikata terus berkembang. Karena terkait dengan kebutuhan manusia akan mobil dan motor, usahanya boleh dikata hanya terpengaruh oleh krisis. Ini pernah dialaminya di masa lalu. “Tapi, sekarang relatif stabil. Kecuali mungkin kalau krisisnya cukup parah.”

Apa yang dikatakan Prajudi tentu tidak berlebihan, karena kebutuhan masyarakat Indonesia akan mobil dan motor seperti tidak pernah berhenti, bahkan kebutuhannya terus mening-kat. Masyarakat membutuhkan alat transportasi itu kapan saja. Hanya saat krisis, biasanya lajunya agak tersendat.

M4R [MAJALAHKBN013]