• Exprozo Band 'in action. -INFOKBN.com-

Kisah Unik di Balik Penciptaan Lagu “BUMN Hadir Untuk Negeri”

Kisah Unik di Balik Penciptaan Lagu “BUMN Hadir Untuk Negeri”

Mon, 04/01/2019 - 10:51
Posted in:
0 comments

TAHUN 2019 ini merupakan tahun ketiga kelahiran lagu “BUMN Hadir Untuk Negeri”. Karya Exprozo Band ini makin eksis di jagat lagu-lagu bertempo cepat yang pemberi semangat. Ada harapan Kementerian BUMN yang menaungi KBN memasukkannya sebagai mars atau jingle BUMN.

Lagu itu syairnya dinamis, merupakan pengejawantahan dari perjuangan jajaran insan BUMN dan Kementerian BUMN dalam upaya mencapai kesejahteraan dan prestasi.

Lagu “BUMN Hadir Untuk Negeri” untuk pertama kalinya digaungkan dalam perhelatan halal-bihalal jajaran komisaris dan direksi BUMN dengan Menteri BUMN yang diadakan di Toko Merah, (PPI Persero), Jakarta Kota, 2016 silam.

Setelah itu sejumlah event besar lain yang mengusung BUMN-BUMN, lagu itu hampir selalu dinyanyikan. Terakhir dalam hajat “IBD Expo 2018” di Surabaya, lagi-lagi lagu itu ditampilkan di hadapan pengunjung yang memadati arena pameran.

Penanggungjawab Exprozo Band, Djoko Triono mengaku ingin pada momen Forum Humas BUMN di mana Exprozo Band ingin memperjuangkan agar lagu tersebut mendapatkan tempat yang lebih baik lagi.

Tahun lalu, lagu “BUMN Hadir Untuk Negeri” telah mendapat kehormatan direkam dan dikompilasi dengan sejumlah lagu dari Forum Humas BUMN dan Orkes Lokanada. Lagu “BUMN Hadir Untuk Negeri” menempati posisi nomor satu atau teratas dalam CD (compact disc) yang beredar di kalangan Kementerian BUMN dan pimpinan BUMN itu.

Lagu lain yang dimuat dalam CD tersebut antara lain dari Forum Humas BUMN, masing-masing bertitel “Padamu Negeri”, “Rumah Kita”, “Love of My Life”, dan “Meraih Bintang”. Sementara sisanya yang dikumandangkan Orkes Lokanada masing-masing “Sorak-sorak Bergembira”, “Tjatja Maritja”, “Suwe Ora Jamu”, “Gelang Sipaku Gelang”, dan “Rayuan Pulau Kelapa”.

Diciptakan Cuma 2 Jam

Yang menarik dari lagu “BUMN Hadir Untuk Negeri” adalah proses pembuatannya yang hanya memakan waktu dua jam. Sungguh singkat dan boleh dikata luar biasa.

“Itu lagu dibuat semalam sebelum tampil,” kata Djoko Triono.

“Waktu itu ada seorang temen yang tidur ngorok, sehingga bikin Adit yang waktu itu bareng personel Exprozo lain nginap di hotel untuk tampil keesokan harinya, jadi susah tidur. Karena susah tidur itulah, kami akhirnya ngulik lagu dan malam itu juga jadi,” lanjut Djoko Triono.

Setelah syair dan sebagian notasi-nya selesai pada malam itu, kemudian pada pagi hari sambil berenang dibuatkan musiknya. Totalnya dengan dengan penggarapan musik hanya sekitar 3-4 jam, lanjut Djoko Triono. Pada sore harinya, lagu baru itu pun langsung ‘dimainkan’ di atas panggung “Toko Merah” di bilangan Jakarta Kota.

Menteri BUMN Rini Soemarno yang duduk di barisan depan bersama para komisaris dan direksi BUMN tampak memberi sambutan hangat atas lagu tersebut.

Dalam penampilan pertama itu, sejumlah masukan berdatangan, di antaranya dari Ketua FH BUMN, Teddy Purnama. Sejak itu, sejumlah syairnya sudah mengalami beberapa kali perubahan sampai akhirnya pada tahun lalu resmi masuk dapur rekaman.

Meski dalam proses penciptaan itu, Aditia begitu aktif sampai lahir lagu “BUMN Hadir Untuk Negeri”, namun waktu itu keenam personelnya sepakat menyebut bahwa lagu tersebut merupakan hasil olah cipta Exprozo Band, kelompok musik yang menaungi mereka.

“BUMN Hadir untuk Negeri” pun kini semacam lagu wajib bagi Exprozo di mana pun mereka manggung. Dan setiap tampil, lagu tersebut selalu mendapat apresiasi yang menggembirakan.

Lagu “BUMN Hadir untuk Negeri” semacam lagu kebanggaan, bukan saja bagi Exprozo, tapi juga KBN, dan semoga semua insan BUMN.

>> MAJALAH_KBN_019/MAY