• Komisaris dan Direksi PT KBN Persero disambut para siswa SMU Plus Astha Hannas
  • Komisaris, Direksi, manajemen PT KBN Persero berfoto bersama jajaran pengajar dan pengurus yayasan SMU Plus Astha Hannas
  • Komisaris dan Direksi KBN foto bersama pengasuh SMU Plus Astha Hannas, Subang.
  • Komisaris, Direksi, manajemen PT KBN Persero berfoto bersama jajaran pengajar dan pengurus yayasan SMU Plus Astha Hannas
  • Patung Gadjahmada, satu-satunya di Jabar ada di SMU Plus Astha Hannas, Subang.
  • Suasana asrama SMU Plus Astha Hannas, Subang.
  • Salah satu ruang belajar siswa

Melihat dari Dekat SMA Plus Astha Hannas Subang

Melihat dari Dekat SMA Plus Astha Hannas Subang

Thu, 11/10/2016 - 08:49
Posted in:
0 comments

Di sini kader-kader handal penerus bangsa banyak dilahirkan. Mereka digembleng dengan secara keilmuan dan juga mentalitas dan kedisiplinan.

SUKSES SMA Taruna Nusantara di Magelang menginspirasi banyak pihak terhadap kehadiran SMA Plus sejenis di banyak tempat. Salah satunya yang sekarang mulai dikenal publik adalah SMA Plus Astha Hannas yang terletak di Binong, Subang, Jawa Barat.

Menempati lahan seluas 100 hektar, di sini bukan hanya berdiri SMA Plus, tapi juga ada TK, SD, SMP, bahkan tingkat perguruan tinggi. Penggagas sekaligus pengurus yayasan Astha Hannas, Prof Dr Ermaya Suradinata, SH, MH, MS menyebut lembaga pendidikan yang didirikannya tak ubahnya kampus revolusi mental.

Purnawirawan bintang tiga kepolisian yang juga mantan petinggi di Lemhanas ini ingin lewat Astha Hannas banyak generasi muda di negeri ini digembleng secara mental dan keilmuan. Secara khusus, seperti namanya SMA Plus, lulus di SMA ini setiap siswa mengantongi tiga ijazah, salah satunya ijazah kelulusan ilmu Al Quran.

Nuansa keilmuan dan penggemblengan mental dan kedisiplinan sudah terasa begitu memasuki gerbang sekolah ini. Sore itu penyambut tamu rombongan komisaris, direksi, dan jajaran manajemen KBN yang datang mendapat kehormatan disambut siswa-siswi dari Papua yang mengenakan seragam lengkap.

Dari penampilan tak beda dengan yang ada di Taruna Nusantara atau mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Postur tubuh mereka tampak bagus. Mengenakan seragam yang pas di tubuh, mereka seperti calon taruna yang sedang digembleng di lembaga diklat.

Puluhan siswa asal Papua itu sengaja digembleng di Astha Hannas dengan harapan kelak setelah kembali bisa menjadi generasi penerus pemerintahan di Papua. Mereka banyak yang setelah lulus dari Astha Hannas diterima di kepolisian, militer, atau pegawai negeri.

“Kebanyakan alumni dari SMA Plus Astha Hannas memang banyak yang diterima di Akmil, Akpol, dan IPDN,” kata Prof Ermaya.

Masuk ke bagian dalam kampus, kita temukan fasilitas yang begitu lengkap. Mulai dari ruang perkuliahan, aula, masjid, gedung komputer, lapangan olahraga, dan puluhan asrama siswa. Semua tampak teratur, rapi, dan bersih.

Memasuki ruang kantor SMA Astha Hannas, pendiri Astha Hannas, Prof Dr Ermaya menunjukkan sejumlah foto, salah satunya ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Astha Hannas dan menjadikan tempat ini sebagai kampus penggembelengan revolusi mental.

Menurut Prof Ermaya, SMA Plus Astha Hannas memang punya visi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ulet dan tangguh,mandiri sebagai kader bangsa yang bermoral dan berkualitas dan unggul yang sejalan dengan program pemerintah di bidang revolusi mental.

Pendidikan yang diberikan di sini meliputi nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, disiplin, mentalitas dan kejuangan setia keterampilan khusus yang berguna bagi pribadi,bangsa dan negara.

Sistem pendidikan yang diterapkan melalui pola pengajaran, pelatihan dan pengasuhan (JARLATSUH) yang mencerminkan perwujudan tanggung jawab pendidikan di lingkungan keluarga,masyarakat dan kehidupan bangsa. Mananamkan semangat jiwa raga dijadikan dasar untuk membentuk kepribadian yang unggul dalam rangka pembangunan bangsa.

Bagaimana kurikulum, prospek masa depan, dan lainnya... Simak di Majalah KBN #10

>>MAY