• Wuling Almaz. -IST-

Mobil China, Ancaman atau Harapan?

Mobil China, Ancaman atau Harapan?

Mon, 04/01/2019 - 12:07
Posted in:
0 comments

Kehadiran Wuling, baik LMPV, MPV, maupun SUV mencemaskan produsen mobil Jepang dan Korea. Bahkan, penjualannya juga mempengaruhi peredaran mobil-mobil Eropa dan Amerika yang lebih dulu hadir di tanah air.

PELAN tapi pasti mobil-mobil buatan China akan jadi pilihan baru masyarakat Indonesia. Kehadirannya menawarkan pilihan baru bagi mereka yang mencari kendaraan dengan harga terjangkau.

Eksistensi mobil buatan China semakin terasa di jalanan. Ada yang memprediksi, di masa depan mobil China bisa ‘menggusur’ merk-merk Korea, Jepang, negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang sudah lebih dulu eksis di tanah air.

Salah satu strategi pabrikan Cina untuk menarik minat konsumen ialah harga yang lebih terjangkau. Tak hanya itu, salah satu pabrikan bahkan memberikan warranty selama 7 tahun atau 150 ribu kilometer. Luar biasa yang tentu saja tidak ditemukan pada garansi mobil-mobil sejenis sebelum-nya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2018 lalu malah menyebut dalam satu bulan salah satu produk Nissan Livina sudah disalip Wuling Confero, produsen China yang baru masuk sejak 2017 lalu.

Bukan hanya dalam satu bulanan, bila dihitung dalam kurun setahun, Wuling Confero yang dibanderol sangat ‘miring’ bahkan sudah menyaingi merk-merk terkenal lainnya.

Low MPV ini mampu membungkam laju pemasaran sejumlah MPV yang cukup eksis, seperti New Ertiga, New Avanza, bahkan Mitsubishi Xpander dan aliansinya All New Nissan Livina.

Pasar mobil dunia memang masih didominasi oleh merek asal Jepang. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat pabrikan dari negara lain untuk mengunggulinya.

Untuk itu Wuling sampai mengucurkan dana triliunan rupiah, demi menyukseskan langkah mereka di pasar otomotif nasional maupun dunia.

Upaya Wuling tampaknya tidak sia-sia. Dua tahun belakangan ini, mereka tersebut mampu masuk dalam jajaran 10 besar merek otomotif terlaris di Indonesia.

Tak hanya itu saja, dilansir dari Autocar, (4/2/2019), Wuling sukses masuk dalam daftar 20 mobil yang paling banyak dibeli di dunia edisi 2018. Modelnya adalah mobil keluarga Hongguang, yang di Tanah Air dipasarkan dengan nama Confero.

Tahun pertama masuk Indonesia, menurut data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Wuling mampu menjual 4.958 unit mobilnya di Indonesia. Bandingkan dengan merk besar Mitsubishi yang baru merilis Xpander dan mampu membukukan penjualan 13.070 unit!

Masuk tahun kedua, Wuling Confero mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Meski belum bisa merangsek ke posisi puncak mobil terlaris, setidaknya penjualan Confero meningkat lebih dari dua kali lipat.

Tercatat sepanjang 2018, Wuling berhasil menjual 11.062 unit secara wholesales. Belum ada apa-apanya memang dibandingkan dengan Avanza yang mencapai 82.167 unit dalam kurun waktu satu tahun.

Confero masih harus bekerja ektra keras membuktikan mobilnya tak kalah saing dengan Avanza Cs. Berbeda nasib dengan Xpander yang dalam beberapa bulan bisa menyaingi ketangguhan Avanza di puncak mobil terlaris.

Wuling yang akhir semester dua lalu juga merilis varian MPV Cortez yang fiturnya lengkap, canggih, dengan harga jauh di bawah mobil mana pun makin memperkuat penetrasi pasar Wuling.

Serangan Wuling tidak sampai di dua model itu saja. Suksesnya SUV Baojun 530 di pasar Asia dan kemudian masuk pasar Amerika dengan menggandeng General Motors membuat Wuling juga memasukkan SUV baru yang di Indonesia menjadi Almaz.

Kalau Confero dan Cortez menyasar kelas menengah bawah, SUV Almaz ini menyasar konsumen menengah ke atas, setidaknya mereka yang selama ini menggunakan mobil-mobil SUV seperti Honda HR-V, Toyota Innova, atau selevelnya.

Yang mengejutkan data penjualan (wholesales) Gaikindo Januari 2019, Wuling Almaz bersaing ketat dengan Honda CR-V terbaru yang dipatok pada harga 400 jutaan. Sesama SUV itu bersaing ketat di angka 5.000-an pesanan. Walaupun CR-V masih sedikit lebih tinggi, toh dengan fakta bahwa Almaz dirilis beberapa minggu setelah CR-V, tampaknya Almaz bisa menyalip angka penjualan CR-V.

Di luar Wuling, ada nama besar lain yakni DFSK atau Dongfeng Sokon. Seperti Wuling, DFSK menawarkan produk mobil dengan fitur-fitur modern dan sudah dibuat secara lokal di Indonesia. Bedanya, bila Wuling Motors diproduksi di Cikarang, Jawa Barat, sementara DFSK di Serang, Provinsi Banten.

DFSK menjanjikan SUV baru dengan harga yang lebih murah dari Glory 580 untuk menggoda konsumen Tanah Air. Produk baru itu disebut-sebut bisa menampung tujuh penumpang di dalam kabin.

Sayang, lebih banyak bermain di pasar SUV, DFSK tampaknya kurang eksis di pasaran. Beda dengan Wuling yang mengandalkan low MPV dan langsung mendapat sambutan baik pasar di tanah air. Wuling Confero yang dibanderol Rp140 jutaan laris di hampir semua daerah.

Di atas Confero, Cortez yang keha-dirannya disetting untuk mengganggu pasar mobil dengan rentang harga Rp200-250 jutaan. MPV Cortez hanya dibandrol mulai Rp 200 juta hingga Rp 250 jutaan untuk tipe tertingginya dengan fasilitas mewah dan teknologi yang tak kalah mutakhir.

Tercatat dalam data distribusi wholesales dan ritel Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2018, hanya bermodalkan tiga model mobil barunya, Wuling menjual lebih banyak mobil dari Nissan.

Namun, di balik kesuksesannya, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang meragukan kualitas dan dukungan purnajual Wuling maupun DFSK dari China tersebut. Publik masih trauma dengan banjirnya sepeda motor China di masa lalu yang hanya sesaat lantaran tidak didukung dengan infrastruktur yang kuat dan menyebar.

Trauma seperti itu yang kini menantang manajemen Wuling Motors di Indonesia untuk terus mengembangkan sayap distribusi sekaligus suku cadang dan after sales. Mereka yakin Indonesia merupakan pasar potensial Wuling, karena itu perlu dibangun kepercayaan yang begitu tinggi agar ke depan masyarakat tak meragukan lagi teknologi dan kehandalan mobil-mobil China, khususnya merk Wuling di Indonesia.

>>MAJALAHKBN_019/TM/BERBAGAI SUMBER