• Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Pelabuhan Tanjung Priok.

Pemerintah Ingin Dwelling Time dan Biaya Logistik Turun Bersamaan

Pemerintah Ingin Dwelling Time dan Biaya Logistik Turun Bersamaan

Wed, 05/24/2017 - 18:53
0 comments

Pemerintah menginginkan pelabuhan efisien. Bukan cuma dwelling time, biaya logistik juga harus turun.

"Kita tak ingin lagi hanya dwelling time yang turun tapi costnya masih tinggi. Kita mau juga dwelling time dan cost turun bersamaan," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, baru-baru ini.

Menurut dia, pemerintah sedang mengatur supaya ongkos bongkar muat lebih rendah. Dengan begitu, pelabuhan Indonesia bisa kompetitif. "Supaya juga harga-harga produksi kita jadi tambah baik," jelas dia.

Luhut mengapresiasi upaya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV yang mau menetapkan satu harga. "Jangan setiap orang bikin cost sehingga harga naik, itu bisa menghemat 20 persen. Banyak lagi, itu penghematan berapa triliun tiap tahunnya di sana," ucap dia.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya menjelaskan, pihaknya juga tengah gencar melakukan efisiensi. Masalah biaya jadi perhatiannya.

"(Sedang) disiapkan mekanisme di koordinasi agar cost logistik turun termasuk koordinasi pelabuahan bisa turunkan cost logistik 3,7 persen dengan standarisasi operasional," kata dia.

PLB Turunkan Biaya Logistik

Sementara itu Direktorat Jendral Bea Cukai telah meluncurkan Pusat Logistik Berikat (PLB). Perkembangan PLB ini nantinya diharapkan dapat memberikan efek multiplier bagi Indonesia, salah satunya untuk pemangkasan waktu tunggu bongkar muat pelabuhan atau dwelling time.

Kepala Sudbirektorat Tempat Penimbunan Berikat, Tatang Yuliono mengungkapkan bahwa saat ini PLB diyakini akan menjadi program yang terus berkembang. PT MSA Kargo yang baru saja diresmikan menjadi PLB akan mulai beroperasi pada 23 Mei 2017 mendatang.

"Program PLB saat ini sudah lebih dari setahun berjalan, dan sampai April kemarin nilai barang yang ditimbun di PLB mencapai 1,6 T. Tetapi jumlah ini masih tergolong kecil dan kami di Bea Cukai masih berusaha untuk terus memperluas jangkauan PLB sambil memetakan sektor industri mana saja yang bisa kami dukung dengan adanya fasilitas PLB ini," papar Tatang.

"Misalnya sektor IKM yang telah kami berikan fasilitas KITE IKM, maupun yang selama ini sudah berjalan seperti perusahaan-perusahaan Kawasan Berikat."

Monang Sianipar, pendiri PT MSA Kargo, mengungkapkan bahwa PLB PT MSA Kargo akan mulai beroperasi pada 23 Mei mendatang. Ke depannya PT MSA juga berencana akan mendirikan PLB baru di beberapa lokasi lain di Indonesia, seperti Denpasar, Medan, Makassar, Solo, Jakarta, dan kota besar lain.

>>  METROTV/ARAH/01 | MAJALAH KBN

[FOTO2: ANT/BERITADAERAH.com/PERTANIAN.go.id]