• Water Treatment Plant (WTP) air bersih. -MY-
  • Pabrik harus memperhatikan kadar asap yang keluar. -ILUSTRASI-

Pentingnya Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 di Perusahaan

Pentingnya Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 di Perusahaan

Thu, 05/10/2018 - 09:26
Posted in:
0 comments

ISO 14001 adalah kesepakatan standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk sebuah sistem manajemen lingkungan.

Standar internasional ini membantu organisasi meningkatkan kinerja lingkungan mereka, melalui lebih banyak penggunaan sumber daya yang efisien dan pengurangan limbah, mendapatkan keunggulan kompetitif dan kepercayaan para pemangku kepentingan.

Standar tersebut mewakili pendekatan internasional yang terkoordinasi untuk mengurangi degradasi lingkungan global yang dapat dia-plikasikan untuk setiap organisasi, dengan berbagai ukuran dan di mana pun organisasi tersebut berada di dunia ini.

Standar internasional ISO 14001 dibuat oleh International Organization for Standardization atau yang lebih dikenal sebagai ISO, sebuah lembaga internasional non peme-rintah dengan lebih dari 110 negara sebagai anggotanya yang berlokasi di Jenewa, Swiss.

ISO 14001 merupakan bagian dari seri standar ISO 14000. Standar pengelolaan lingkungan yang ada pada ISO 14000 meliputi ISO 14001, 14004, 14010, 14011, 14012, 14013/15, 14020/23, 14024, 14031/32, 14040/43, 14050 dan 14060.

Penyusunan ISO 14000 dimulai pada tahun 1991, ketika ISO membentuk Strategic Advisory Group on the Environment (SAGE) yang bertugas meneliti kebutuhan standarisasi lingkungan untuk internasional.

Dalam waktu kurang dari setahun, anggota SAGE menyimpulkan bahwa dibutuhkan sebuah sistem pengelolaan lingkungan yang terstandar dan pada tahun 1996, ISO menerbitkan standar ISO 14001: Environmental management systems – Requirements with guidance for use.

Standar ISO 14001 pertama kali diadopsi di Indonesia oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjadi SNI 19-14001-1997: Sistem manajemen lingkungan – Persyaratan dan panduan penggunaan dan ISO 14001 versi terbaru sampai dengan saat ini yaitu ISO 14001:2015.

Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 pada suatu organisasi atau perusahaan akan memberikan manfaat terhadap perusahaan tersebut khususnya dalam kinerja lingkungan.

Manfat tersebut di antaranya membantu perusahaan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat ini maupun di masa depan, meningkatkan keterlibatan pimpinan dan keterlibatan karyawan, membantu mencapai tujuan strategi bisnis melalui isu lingkungan yang dima-sukkan ke dalam pengelolaan usaha, membantu menyediakan keuntungan finansial dan kompetitif melalui peningkatan efisiensi dan pengurang-an biaya, dan mendorong kinerja lingkungan yang lebih baik dari para pemasok dengan mengintegrasikannya ke dalam sistem bisnis organisasi (iso.org, 2015).

Konsep yang digunakan dalam Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 adalah metode Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang diterapkan pada setiap klausul-klausul sehingga menghasilkan perbaikan yang berkelanjut-an (continual improvement).

Pada umumnya terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui sebuah perusahaan untuk memperoleh sertifikat ISO 14001.

Tahap pertama, perusahaan membentuk tim kerja yang bertugas untuk  mempersiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka sertifikasi ISO 14001.

Tahap kedua, perusahaan menyelenggarakan pe-latihan bagi karyawan mengenai kesadaran (awarness) terhadap sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan pelatihan auditor internal.

Tahap ketiga, perusahaan memilih beberapa karyawan sebagai auditor internal ISO 14001.

Tahap keempat, perusahaan menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dalam jangka waktu kurang lebih tiga bulan dan melakukan dokumentasi pada setiap proses implementasi tersebut.

Tahap kelima, perusahaan melaksanakan audit internal dan melakukan pe-ninjauan manajemen atas hasil audit internal tersebut.

Tahap keenam, perusahaan melakukan perbaikan atas hasil audit internal dan mempersiapkan untuk audit eksternal.

Tahap ketujuh, perusahaan melaksanakan audit eksternal oleh lembaga yang berwenang melakukan sertifikasi ISO 14001.

Hasil audit eksternal akan menentukan perusahaan tersebut layak atau tidak untuk mendapatkan sertifikat ISO 14001.

PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) sangat menyadari pentingnya penerapan sistem manajemen lingkungan dalam rangka mewujudkan visi perusahaan sebagai pengelolan kawasan industri multipurpose yang terintegrasi dengan pelabuhan, berwawasan lingkungan dan bertaraf internasional. Oleh karena itu, PT. KBN (Persero) telah melaksanakan sertifikasi sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan berhasil memperoleh sertifikat tersebut pada tahun 2016.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 yaitu menetapkan kebijakan lingkungan oleh manajemen perusahaan.

Ada pun kebijakan lingkungan yang terdapat di PT KBN (Persero) yaitu manajemen PT KBN (Persero) berkomitmen untuk melaksanakan Sistem Manajemen Lingkungan di dalam operasional perusahaan dengan konsisten dan akan melakukan perbaikan berkelanjutan (continual improvement) sesuai kebutuhan, dengan cara:

1. Mematuhi dan memenuhi semua persyaratan lingkung-an mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan/operasional;

2. Melibatkan seluruh karyawan dari level tertinggi sampai dengan terendah;

3. Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan pemakaian sumber daya alam yang berlebihan;

4. Melaksanakan monitoring dan evaluasi lingkungan untuk mengetahui efektivitas Sistem Manajemen Lingkungan. Kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan harus didukung dengan komitmen manajemen perusahaan dan konsisten dilaksanakan oleh seluruh karyawan.

Selain itu, PT KBN (Persero) juga menetapkan 13 point strategi lingkungan yaitu;

1. Membuat perencanaan dan perancangan yang berpedoman kepada ketentuan lingkungan, sehingga dihasilkan produk ramah lingkungan;

2. Mewajibkan tenant/investor memiliki dokumen lingkungan dan izin lingkungan serta melaporkannya setiap enam bulan;

3. Melakukan monitoring dan implementasi pelaksanaan dokumen lingkungan para tenant/investor;

4. Mewajibkan tenant/investor penghasil limbah produksi untuk mengolah air limbahnya sesuai persyaratan baku mutu;

5. Melaksanakan kerjasama pengelolaan limbah domestik dengan PT PAL Jaya;

6. Mewajibkan tenant/investor melaksanakan pemeriksaan emisi boiler dan genset setiap enam bulan;

7. Melaksanakan pemeriksaan uji emisi kendaraan bermotor setiap enam bulan;

8. Melaksanakan efisiensi pemakaian listrik, air, dan alat tulis kantor;

9. Larangan pemakaian air tanah di dalam kawasan;

10. Mempertahankan ruang terbuka hijau dan resapan air hujan;

11. Melaksanakan pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (B3);

12. Melaksanakan evaluasi lingkungan kawasan setiap enam bulan dan melaporkan kepada instansi pemerintah terkait;

13. Memberikan sanksi bagi pelanggar ketentuan lingkungan. Penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 pada sebuah perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan tersebut dan mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan operasional perusahaan.***

[MAJALAH KBN]

Penulis:

Ibrahim Harimurti, Auditor Internal SML ISO 14001:2015 PT KBN Persero.