• Pabrik Dinuo Indonesia di KBN Marunda. -INFOKBN.com-

PT Dinuo Indonesia Terus Bertumbuh & Siap Masuk Pasar Lokal

PT Dinuo Indonesia Terus Bertumbuh & Siap Masuk Pasar Lokal

Sun, 07/29/2018 - 18:57
Posted in:
0 comments

SEBAGAI industri kimia berorientasi ekspor, PT Dinuo Indonesia merupakan salah satu penyumbang devisa bagi negara. Mayoritas produk Dinuo kini dieks-por ke China, sementara sebagian lagi tersebar ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia seperti Korea, Thailand, dan Taiwan.

PT Dinuo Indonesia yang beroperasi di KBN Marunda sejak berdiri 2011 terus tumbuh menjadi perusahaan kimia yang semakin diperhitungkan.

Dua tahun ke depan, perusahaan patungan China (90%) dan Indonesia (10%) ini secara bertahap akan menaikkan kapasitas produksinya jauh lebih besar dari kapasitas terpasang saat ini.

Dinuo Indonesia merupakan dimiliki RuGao Ltd., China yang merupakan industri kimia berbahan baku (palm oil) dari pasar lokal Indonesia.

Dinuo bergerak di industri pengolahan sawit menjadi berbagai produk kimia, di antaranya soap noodle, fatty acid, glyecerine, hydrogenated palm oil (HPO), dan aneka produk turunan lainnya.

Produk utama Dinuo berupa soap noodle (mie sabun), gliserin, asam stearat, gliserin, dan asam lemak de-ngan kapasitas produksi 400ton/hari. Rincian produksinya, mie sabun: 200ton, gliserin: 20ton, asam stearat: 100ton, asam lemak: 80ton.

Perusahaan yang mengklaim sebagai ramah lingkungan ini di pasar dunia dikenal akan produk soap noodle dan gliserin yang bermutu unggul. Hal ini didukung oleh adanya penga-wasan mutu di laboratorium milik Dinuo yang lengkap dan canggih di lingkungan pabrik.

Produk Dinuo sebagian besar masuk pasar China (60%) dan sisanya sebanyak 40% tersebar ke berbagai negara Asia dan belahan dunia lain.

Prospek bisnis industri kimia berbahan baku sawit ini ke depan menurut Presiden Direktur PT Dinuo Indonesia, Mr Zhang Chun Lin masih sangat bagus. Indonesia yang merupakan penghasil sawit terbesar dunia sangat mendukung masa depan industri ini.

Menurut Mr Zhang Chun Lin, pasar produknya seperti soap noodle maupun gliserin di pasar dunia sangat menjanjikan. Karenanya, Dinuo Indonesia akan meningkatkan kapasitas produksi pabriknya di Marunda dari yang ada saat ini.

Peningkatan yang cukup besar terjadi untuk produk soap noodle dari kapasitas 150.000 ton per tahun menjadi 250.000 ton per tahun. Perluasan pabrik ini diprediksi siap beroperasi penuh pada Juni 2018 mendatang.

Sementara itu untuk produk hydrogenated palm oil (HPO)  yang menghasilkan mono gliserin akan ditingkatkan produksinya menjadi 200.000 ton per tahun. Rencananya perluasan pabrik ini akan siap beroperasi pada Maret 2019.

Perluasan pabrik untuk peningkatan kapasitas ini akan menyerap tenaga kerja baru sebanyak 150 pegawai. Para sarjana yang memiliki kompetensi di bidang mesin dan kimia industri akan mendapat kesempatan untuk berada di belakang mesin-mesin canggih penuh peralatan otomatis untuk mengoperasikan industri ini.

Ke depan, Dinuo tidak hanya masuk pasar dunia, tapi juga mulai mencoba memenuhi pasar lokal yang terus naik, khususnya kebutuhan akan olein chemical. Porsi produksinya memang belum bisa besar, tapi ke depan diperkirakan akan sangat prospektif.

Dinuo sendiri saat ini merupakan salah satu industri kimia besar yang ada di KBN. Berdiri di atas lahan 10 hektar, Dinuo yang fasilitas produksinya tak jauh dari pelabuhan Tanjungpriok dan dermaga KCN memudahkan arus masuk bahan baku dan impor produk lebih dekat.

Yang sering jadi masalah, pasokan listrik dan air kadang mengganggu proses produksinya. Sebab, tak jarang tanpa pemberitahuan, listrik atau air mendadak mati. Padahal, air dan listrik merupakan urat nadi dari mesin produksinya.

“Semoga ke depan kendala listrik dan air yang mendadak off tidak terjadi lagi,” harap Mr Zhang.

Proses produksi di Dinuo sangat tergantung akan listrik dan air. Begitu keduanya mendadak tak beroperasi, kerugian yang tidak kecil akan terjadi. Terlebih, pabrik ini beroperasi selama 24 jam, dan setiap kali rangkaian produksi terganggu, maka akan banyak dampak ikutan yang terkena.

Namun, secara umum pelayanan yang ada di KBN SBU Priok Marunda cukup bagus. Dinuo berharap ke depan dengan semakin membaik-nya infrastruktur di Marunda akan mengurangi kemacetan yang kadang mengganggu keluar-masuk bahan baku dan produk ekspor dari dan ke pelabuhan.

<>MY/SELENGKAPNYA BACA MAJALAH KBN #014