• Dirut PT LTP menerima penghargaan KBN Awards 2019. -INFOKBN.com-
  • Direksi PT LTP. -INFOKBN.com-
  • Direksi PT LTP. -INFOKBN.com-
  • Bisnis perbaikan petikemas di LTP. -INFOKBN.com-

PT Lintas Tiga Perkasa, Ahlinya Perbaikan Peti Kemas

PT Lintas Tiga Perkasa, Ahlinya Perbaikan Peti Kemas

Wed, 06/17/2020 - 07:12
Posted in:
0 comments

Sebagai penyedia jasa, kepercayaan pelanggan merupakan modal utama dalam berbisnis. Kejujuran dan loyalitas karyawan juga ikut berperan besar dalam upaya perusahaan terus bertumbuh dan menjadi besar seperti sekarang.

ATAS kontribusi dan loyalitasnya pada PT KBN Persero, PT Lintas Tiga Perkasa (LTP) meraih KBN Awards 2019. Di mata masyarakat umum perusahaan ini memang belum begitu dikenal. Namun, di mata sebagian pengusaha logistik, depo peti kemas atau penyewaan kontainer serta pergudangan, PT LTP bukan nama yang asing lagi.

Tiga pendirinya yakni H. Suhri Sukti Nasution, Herlan Simatupang, dan Helmi -- bukan nama yang asing bagi para pebisnis logistik, khususnya yang bergerak di bidang pergudangan dan peti kemas (kontainer).

Tiga pemilik LTP ini masing-masing memang punya keahlian di bidang jasa perbaikan (servis) kontainer ekspor-impor. Mereka bertiga pernah sama-sama ‘belajar’ pada perusahaan kontainer dunia, Maersk-Line.

Suhri Nasution yang sering dianggap ‘orangtua’ bagi Simatupang dan Helmi ini sehari-hari jadi ‘nahkoda’ perusahaan yang berdiri 17 Februari 2008 lalu itu.

Sejak awal PT LTP bergerak di bidang jasa perbaikan (servis) kontainer. Segala macam kontainer rusak selalu jadi tugasnya untuk diperbaiki hingga bisa berfungsi kembali. Tentu semua servis tersebut mengikuti standar internasional.

Perbaikan aneka ukuran, merk, dan asal negara kontainer telah puluhan tahun digelutinya. Kontainer MSC, Wan Hai, CMA CGM, Emirates, sampai APL dan lainnnya -- semuanya bisa ia kembalikan seperti baru. Semua dikerjakan secara profesional, tentunya.

“Kami semua punya sertifikasi internasional IICC dari Singapura yang setiap lima tahun sekali diperbarui di sana,” kata Nasution, Direktur Utama PT LTP saat ditemui di kantornya di kawasan KBN Marunda C-2, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Pengalaman panjang di perusahaan kontainer asing ini menjadi salah satu bekal membangun dan membesarkan PT LTP. Pengalaman panjang bergelut dengan berbagai macam kerusakan kontainer dan cara-cara perbaikannya yang baik dan efisien membuat LTP mampu menjaga kualitas pekerjaan yang dipercayakan para pemilik depo dan usaha jasa kontainer.

Bagi orang awam, kontainer kadang dipandang sebagai sesuatu yang sepele, terlebih ketika mengalami kerusakan. Padahal, setiap kontainer punya perlakuan yang khusus karena harus mengikuti standar internasional.

Dalam perbaikan kontainer bisa terdiri atas 1.200 macam atau jenis suku cadang yang dibutuhkan. Karenanya, sebelum dilakukan perbaikan, harus dilakukan survei untuk menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan teknisi atau pelaksana.

Kepuasaan pelanggan menurut Dirut LTP, SS Nasutional merupakan yang utama. Dari kepuasan pelanggan ini pula pada akhirnya LTP juga mene-rima pekerjaan-pekerjaan lain seperti survei, pelapisan kapal tongkang, dan perbaikan jembatan tongkang.

“Kami punya tim yang tangguh dan solid yang telah terbukti mampu memberikan kepuasan pelanggan kami,” kata Hilman Simatupang.

Kejujuran

Mengawali usaha di daerah Cakung dengan tiga orang inti ini, LTP terus berkembang sampai sekarang akhir-nya menjadi 70-an karyawan. Usaha rintisannya di Mediteranian Cakung Service Container (MSC) – di mana sekarang berganti nama jadi Citra Prima Container (CPC)  Cakung sampai sekarang masih bertahan, malah menurut Nasution menjadi yang terbesar.

Kontainer rusakDari CPC ini usaha LTP berkembang menjadi tiga tempat, yakni di Jl. Medan KBN Marunda (Dwipa Kharisma Mitra), parkiran trailer KSO Marunda masing-masing di Jl. Medan, Jl. Pontianak, dan KSO Marunda, serta gudang C-01/7-8 Jl. Jayapura KBN Marunda.

Di tengah persaingan usaha serupa yang makin ketat, PT LTP tetap eksis. Kunci suksesnya menurut Nasution selain memberikan kepuasan pada setiap pelanggan, tentulah kejujuran dan saling percaya.

“Sejak awal kami bertiga sepakat untuk selalu menerapkan kejujuran sebagai landasan dalam bekerja, dalam melayani pelanggan kami,” kata Nasution.

Jujur yang dimaksud adalah dalam setiap pelayanan tidak boleh ada unsur yang mengarah pada kebohong-an. Kalau memang tak bisa, ya harus dikatakan apa adanya. Tidak boleh dikatakan bisa, tapi nyatanya dikerjakan asal-asalan. Ini sangat dijauhi segenap jajaran PT LTP.

“Kami ini perusahaan jasa. Modal utamanya selain skill yang kami miliki hanyalah kejujuran dan kepercayaan,” jelas Nasution.

Dari awal, LTP terus terang tak bermodal besar, apalagi punya tempat dan alat yang lengkap. Semua sewa atau biasanya kerja sama dengan pemilik depo kontainer dan mitra.

Dalam menjalankan usaha, Nasution menyebut menerapkan sistem keterbukaan. Bukan saja dengan dua pemilik lainnya, yakni Helmy dan Simatupang, tapi juga dengan semua pegawai. Pola seperti ini membuat semua merasa nyaman, sama-sama punya tanggungjawab, dan tidak me-nimbulkan friksi.

“Bisa ditanya kepada pegawai-pegawai saya, kebanyakan sudah lama ikut dan betah. Loyalitas mereka sudah sangat teruji,” kata Nasution.

Meskipun banyak perusahaan biasanya menggunakan manajemen modern, Nasution cs lebih percaya pada apa yang sudah diterapkannya sekarang yang menurutnya lebih cocok. Setidaknya waktu telah membuktikan.

Manajemen sederhana yang sangat mengandung unsur kekeluargaan ini membuat seolah tidak ada lagi sekat antara karyawan dan pimpinan, bahkan pemilik. Untuk membuat ikatan di antara kami tetap terjalin dengan baik, pihaknya sering mengadakan kegiatan bersama, seperti makan siang bersama.

“Mungkin sederhana, dan nggak perlu biaya mahal, tapi dampaknya bagi peningkatan etos kerja dan kebersamaan karyawan sangat besar,” kata Helmi.

//MY_MAJALAHKBN#022 //

PT LTP