• Penandatanganan MoU PT SZII - PT KBN Persero. -INFOKBN.com-

PT Sino Zone Industry akan Bangun Pabrik Turunan Sawit di KBN

PT Sino Zone Industry akan Bangun Pabrik Turunan Sawit di KBN

Wed, 10/02/2019 - 09:29
Posted in:
0 comments

PT Sino Zone Industry Indonesia (SZII) akan membangun pabrik pengolahan turunan sawit yang baru di KBN SBU Kawasan Cakung. Memorandum of understanding terkait kontrak penyewaan lahan sudah diteken Direktur PT Sino Zone Industry Indonesia, Chu Pengcheng, dan Direktur Pengembangan PT KBN Persero, Rahayu Ahmad Junaedi di kantor pusat KBN, Senin (30/9).

Pada tahap awal, PT Sino Zone Industry akan menggunakan lahan di Jl. Jawa KBN Cakung seluas kurang lebih 5.500 meter persegi guna pembangunan pabrik tersebut. Pekerjaan konstruksi pabrik dimulai sekitar Desember 2019 dan diharapkan pada Juli atau Agustus 2020 sudah mulai melakukan produksi awal. Namun, secara penuh pabrik baru diperkirakan baru beroperasi sekitar tahun 2022.

Direktur PT SZII Chu Pengcheng usai penandatanganan MoU menjelaskan, pada tahap awal pabrik akan memiliki kapasitas produksi 150.000-200.000 ton per tahun. Untuk pembangunan pabrik ini, PT SZII akan menginvestasikan modal USD25.000.000 atau sekitar Rp350 miliar.

Tentang dipilihnya lokasi pabrik di KBN SBU Cakung, Chu Pengcheng mengaku, di antara sejumlah lokasi yang pernah dijajaki, KBN paling cepat merespon penawaran SZII. Pertimbangan lain, menurut Chu, karena di sekitar KBN akan dengan banyak mendapat kemudahan lain seperti akses logistik, bahan baku, maupun tenaga kerja.

PMA China ini pada tahap awal diperkirakan akan menyerap sebanyak 200 pekerja untuk penempatan bagian produksi dan 20 bagian administrasi perkantoran. Untuk operator mesin, tidak perlu ketrampilan khusus, karena semua pegawai sebelum resmi menjadi pegawai akan melalui proses pelatihan.

Seperti pabriknya di negara lain, di KBN yang merupakan pabrik pengolahan sawit yang pertama di Indonesia akan memproduksi stearic acid, HPS (Hydrogenated Palm Stearin), glycerine, oleic acid, Palmitic Acid, dan lainnya.

Berbeda dengan sejumlah pabrik sejenis yang ada di KBN yang banyak masuk pasar China, SZII akan mengekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Chu yakin kebutuhan pasar Asia Tenggara masih besar, dan di situlah SZII akan memenuhinya.

Untuk diketahui, produk turunan dari sawit berupa gliserin banyak dibutuhkan oleh industri makanan, farmasi, kosmetik, dan industri lain. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen sawit terbesar dunia kaya akan baku sawit yang bisa diolah menjadi aneka produk kimia tersebut.

Dermaga Kali Blencong di KBN Marunda selama ini banyak digunakan kapan-kapal sawit dari sejumlah penjuru Indonesia untuk mensuplai CPO sejumlah pabrik olahan turunan sawit di Marunda dan sekitar Jakarta.

//MAY___selengkapnya di MAJALAH KBN #021