• Kunjungan industri SMKN Warureja, Tegal ke KBN. -INFOKBN.com-

SMKN 1 Warureja Tegal Kunjungan Industri ke KBN

SMKN 1 Warureja Tegal Kunjungan Industri ke KBN

Wed, 10/23/2019 - 03:59
Posted in:
0 comments

SEBANYAK 70 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Warureja, Tegal melakukan kunjungan industri ke KBN. Selain ke kantor pusat, siswa-siswi jurusan tata busana tersebut mengunjungi industri garmen PT NB Indonesia yang berada di KBN SBU Kawasan Cakung.

Di kantor pusat, delegasi SMKN 1 Warureja yang didampingi para guru pembimbing diterima Kepala Bagian Humas dan Sekretariat KBN, Saut Tumpak Manurung.

Di hadapan rombongan, Tumpak Manurung memaparkan sejarah berdiri dan perkembangan bisnis KBN saat ini dan rencana ke depannya. Pada kesempatan tersebut, para siswa mendapat kesempatan untuk bertanya banyak hal tentang KBN.

Sementara itu, pada kunjungannya ke industri garmen PT NB Indonesia, pelajar SMK yang mayoritas perempuan ini tampak begitu antusias saat mendapat kesempatan melihat dari dekat kegiatan yang berlangsung di pabrik busana peremuan berorientasi ekspor di kawasan berikat tersebut.

Di pabrik PMA (Penamaman Modal Asing) asal Korea Selatan itu mereka bisa melihat dari dekat bagaimana pembuatan baju berkualitas ekspor, mulai dari bagaimana merancang pola, pelaksanaan pemotongan bahan (unit cutting), quality control (QC), penjahitan, finishing-nya.

Lewat penjelasan dari manajemen NB Indonesia, para pelajar mendapat pengetahuan baru tentang industri garmen yang ada di pabrik ini. Siswa-siswi yang semuanya dari jurusan tata busana ini bisa membandingkan antara teori dan praktiknya dalam kapasitas industri.

Dari kunjungan ini, para pelajar tampak puas mendapatkan ‘ilmu baru’ langsung dari industri yang selama ini hanya dipelajari di kelas bersama gurunya.

Tiap tahun, SMKN 1 Warureja termasuk rutin mengunjungi KBN dalam rangka kunjungan industri bagi siswa-siswi kelas II jurusan tata busana. Tahun ini merupakan kali keempat.

Menurut penuturuan guru pembimbing, siswa yang ikut serta tahun ini terbanyak, berjumlah 70 pelajar yang berasal dari 3 kelas tata busana. Sebelumnya, hanya 2 kelas. Yang artinya ada peningkatan jumlah siswa dan kelas jurusan.

Peningkatan ini diharapkan sebagai indikasi bahwa generasi muda yang mempelajari industri busana meningkat. Terlebih, secara industri belakangan industri ini terus berkembang ke daerah-daerah di Jawa Tengah yang secara pengupahan jauh lebih kompetitif dibanding Jakarta, Bekasi, Karawang, dsk.

//MY