• Kunjungan industri SMKN 2 Purwakarta
  • Kunjungan industri SMKN 2 Purwakarta
  • Kunjungan industri SMKN 2 Purwakarta
  • Kunjungan industri SMKN 2 Purwakarta ke PT Molax Int.
  • Kunjungan industri SMKN 2 Purwakarta ke PT Molax
  • Melihat proses produksi di PT Molax
  • Melihat proses produksi di PT Molax

SMKN 2 Purwakarta Kunjungan Industri ke KBN

SMKN 2 Purwakarta Kunjungan Industri ke KBN

Thu, 03/23/2017 - 02:02
Posted in:
0 comments

SEBANYAK 99 siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Purwakarta, Jawa Barat melakukan kunjungan industri ke KBN. Mereka mengunjunjungi tiga industri garmen PT Molax International, PT BNA International, dan PT Ham Sun Tex.

Para siswi yang semua berasal dari kelas 11 jurusan Tata Busana itu terlebih dahulu diterima Sekretaris Perusahaan PT KBN Persero, Toha Muzaqi mendapatkan berbagai penjelasan tentang profil bisnis PT KBN Persero.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 2 Purwakarta, Iyan Suryadi mewakili sekolah dalam perkenalannya menjelaskan tentang sekolah yang dipimpinnya yang menjadi salah satu unggulan dalam industri busana.

Tahun ini, menurut Wakasek Iyan Suryadi, SMKN 2 Purwakarta mendapat menerima bantuan dari Kemendikbud terima Rp1 miliar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengembangkan jurusan tata busana di sekolah tersebut.

Nina Kartina, S.Pd, salah satu guru yang mendampingi para siswa mengharapkan kunjungan Industri ke PT Kawasan Berikat Nusantara (Per-sero) ini dapat mempersiapkan siswa menghadapi program kurikulum pendidikan yang mewajibkan siswa untuk mengikuti magang di salah satu perusahaan, selama ± 3 bulan.

Pada kurikulum baru, pengetahuan tentang industri dipelajari secara khusus guna membekali siswa dalam menjalani dunia kerja. Hal itulah yang kemudian mencetuskan SMKN 2 Purwakarta mengadakan kunjungan industri ke KBN.

“Diharapkan  kunjungan ke KBN ini mampu memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengenai kondisi riil dunia kerja, berlatih menempa kemampuan fisik dan mental dan juga memotivasi diri agar lebih berdisiplin dalam menjalani kewajiban untuk mematuhi aturan perusahaan,” jelasnya.

Meskipun dalam pelaksanaaanya mendidik anak murid di era digital ini memiliki banyak tantangan, Nina tetap optimis bahwa anak didiknya akan memiliki jenjang karier yang lebih baik di masa depan, tak hanya bekerja sebagai buruh pabrik saja.

”Kami berharap bahwa anak didik kami dapat menjadi asisten jahit/ pola, dengan tak menutup kemungkinan mampu mengelola usaha secara mandiri sebagai pemilik butik atau usaha lain di bidang fashion.”

Antusias

Sebanyak 98 siswa yang semuanya perempuan tampak antusias mengikuti kunjungan industri ini. Hal ini tampak dari minat para siswi untuk menanyakan berbagai hal dari proses masuk bahan mentah (raw material), proses pengerjaan, sampai reekspor.

PT Molax, BNA, dan Ham Sun Tex, ketiganya merupakan perusahaan dalam kawasan berikat di mana pajak impornya ditangguhkan.

Ketiga perusahaan yang menyerap tenaga kerja sekitar 4.500 buruh ini melayani produk pakaian untuk sejumlah merk terkenal dengan pasar utama Amerika Serikat dan Eropa.

PT Molax International, misalnya, menurut HRD Manager, Fianto tiap bulan memproduksi 300.000 pieces pakaian wanita untuk main buyer seperti Giordano, 8 Seconds, E/Land, dan sejumlah merk lain.

Pada kesempatan tersebut para siswi mendapat penjelasan dari masing-masing unit produksi, mulai bagian sampel, gudang bahan baku, cutting, checking panel, sewing, sampai bagian pengemasan dan quality control.

 MAY | MAJALAH KBN