• HM Sattar Taba. -INFOKBN.com-

Tak Mau Kehilangan Momen, Takalar Industrial Park segera ‘Groundbreaking’

Tak Mau Kehilangan Momen, Takalar Industrial Park segera ‘Groundbreaking’

Tue, 11/12/2019 - 15:21
Posted in:
0 comments

PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero akan segera memperkenalkan kawasan industri baru, Takalar Industrial Park (TIP) yang berada di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT KBN Persero, HM Sattar Taba di hadapan para investor KBN Business Gathering yang diadakan di ballroom KBN, Selasa (12/11).

Customer Gathering tahunan yang juga dihadiri Asisten Deputi III Kementerian BUMN, Nora Siahaan, dan Bupati Takalar itu menyebut Takalar Industrial Park akan jadi era baru bagi KBN melakukan ekspansi dari yang selama ini hanya berkutat di Jakarta. Padahal, sesuai dengan namanya KBN seharusnya menyebar di seluruh nusantara.

Di Takalar, menurut Dirut KBN, bukan lantaran kedekatan dengan tanah kelahiran pribadi HM Sattar Taba, tapi itu dipilih di antara sejumlah tempat lain, yakni Kuala Tanjung, Rembang (Jateng), dan lainnya yang semula sempat dinominasikan.

Takalar paling favorit dilirik pengusaha non ferros China karena lokasinya yang berdekatan dengan pelabuhan Takalar. Selain itu ada sejumlah keunggulan lain dibanding daerah lain.

Di Takalar nantinya akan hadir 25 industri yang tergabung dalam CMRA China yang akan memindahkan usahanya di Indonesia.

Untuk tahap awal, CMRA membutuhkan lahan 1.000 hektar dari total lahan yang diperlukan nantinya mencapai 3.500 hektar yang terbari untuk 3 klaster.

Menurut rencana total investasi yang akan ditanam mencapai Rp350 triliun dan akan menyerap sekitar 75.000 tenaga kerja.

“Sudah ada 25 investor dan tinggal groundbreaking setelah izin dari Kementerian Perindustrian dan Agraria Tata Ruang selesai,” kata Dirut.

Takalar dipilih karena selain daratannya yang rata dan struktur tanahnya yang padat, juga memiliki pelabuhan dengan kedalaman 40 meter. Ini akan memudahkan kapal-kapal bertonase besar dengan bobot mati sampai 400.000 DWT bisa sandar di sana.

Direktur Pengembangan KBN, Rahayu Ahmad Junaedi menjelaskan di atas lahan 3.500 hektar yang diperlukan di Takalar Industrial Park nantinya akan dibagi dalam tiga klaster, yakni klaster untuk pengolahan (recycling non ferros), petrokimia dan agrikultur.

Penambahan Takalar Industrial Park nantinya akan memberi kontribusi yang besar bagi BUMN Kawasan Industri yang selama ini dari 6 kawasan industri yang ada nyaris tak pernah bertambah dari angka 6.000 hektar menjadi dua kali lebih luas.

CMRA tertarik dengan Takalar karena melibatkan BUMN dan swasta, serta Pemda setempat. Konsep ini beda dengan yang selama ini ada di Vietnam dan Malaysia. Bila terealisasi, investasi ini akan jadi percontohan bagi negara lain, khususnya kawasan lain di Asia Tenggara yang masih menjadi kawasan industri biasa.

Sementara itu, kawasan industri Takalar nantinya akan jadi kawasan berikat (bonded) recycling, sehingga akan ter-manage dengan baik. Konsep ini kabarnya akan digunakan Malaysia untuk menggaet investor asing.

Konsep berbasis bonded zone untuk CMRA ini sempat menjadi bahasan dalam konferensi CMRA yang berlangsung di Yingbo, China, baru-baru ini. Pada pertemuan tersebut tim dari KBN di bawah pimpinan Dirbang Rahayu Ahmad Junaedi, Bupati Takalar, dan pejabat Kementerian BUMN dan BKPM turut hadir.

Pada kesempatan tersebut, antara KBN dan CMRA juga telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Takalar Industrial Park.

Setelah kesepakatan diteken, untuk mengejar groundbreaking dalam waktu dekat ini, KBN tengah berupaya mengebut perizinan dan kerjasama pembangunan infrastruktur; di antaranya listrik dengan PT PLN dan telekomunikasi dengan PT Telkom.

Selain Takalar, KBN menurut Dirbang RA Junaedi juga tengah membangun Dermaga C-04 Marunda yang pekerjaan fisik sisi daratnya sudah selesai dan tinggal melakukan pembangunan di sisi lautnya. Dari Pelabuhan Marunda ini nantinya bisa mendukung angkutan curah dan kontainer Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok.

Ke depan, atas kerjasama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero dan PT Sang Hyang Seri (SHS), KBN juga siap mendukung hadirnya Pelabuhan Patimban, Subang. Untuk kerjasama ini SHS akan menyerahkan 4.000 hektar lahannya untuk dikelola, sementara PT RNI menyiapkan 5.000 hektar lahan tebunya untuk digarap lebih produktif guna mendukung hadirnya Pelabuhan Patimban.

//MAY