• Indra Dwijanto. -INFOKBN.com-
  • Indra Dwijanto. -INFOKBN.com-
  • Indra Dwijanto. -INFOKBN.com-
  • Indra Dwijanto. -INFOKBN.com-
  • Indra Dwijanto bersama jajaran Divisi MO. -INFOKBN.com-

Tugas Berat Indra Dwijanto Benahi Kawasan

Tugas Berat Indra Dwijanto Benahi Kawasan

Mon, 04/01/2019 - 10:40
Posted in:
0 comments

Kepala Divisi Manajemen Operasional yang baru mengemban tugas yang tidak ringan - menciptakan kawasan Cakung yang krusial menjadi bersih, indah, dan asri. Sebuah tantangan yang tidak ringan untuk seorang Indra Dwijanto.

Awal 2019 ini merupakan tahunnya Indra Dwijanto. Di luar perkiraan banyak orang, sosok muda yang terkesan pendiam dan lebih banyak kerja ini menyalip karir para pejabat menengah lain meroket ke posisi eselon I.

Namanya masuk dalam jajaran ‘elite’ di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero. Indra yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Lingkungan pada Divisi Perencanaan dan Pengawasan melesat mendapat tanggungjawab baru Kepala Divisi Manajemen Operasional.

Di posisi barunya, tugasnya tidak ringan. Selain mengurusi masalah kebersihan, bersama instansi terkait mengkoordinir bagi penataan kawasan KBN, baik yang berada di Cakung maupun Marunda. Bersih kotornya atau semrawut atau rapinya kawasan Cakung dan Marunda kini berada di pundak seorang Indra Dwijanto.

Kalau sebelumnya tugasnya hanya mengawasi bagaimana pengelolaan lingkungan, kali ini tentu jadi lebih luas lagi. Persoalannya pun cukup kompleks. Ia harus punya program untuk mengubah budaya para pihak yang sehari-hari hidup dan mencari makan di KBN untuk lebih peduli pada masalah kebersihan.

Perlu penyadaran yang kontinyu agar para pekerja biasanya membuang sampah sembarangan itu mau membuang pada tempatnya. Jajaran Divisi Manajemen Operasional selain memperbanyak peringatan di setiap sudut kawasan, menurut Indra Dwijanto, juga meminta para pedagang yang mengais rezeki di KBN Cakung untuk bekerja sama menanggulangi masalah sampah.

“Dengan kerjasama berbagai pihak terkait, masalah kebersihan di kawasan ini bisa dituntaskan. Tanpa itu akan terasa berat, karena keterbatasan petugas yang ada,” kata Indra Dwijanto ketika ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Masalah kebersihan dan penataan di kawasan Cakung memang krusial. Dan ini merupakan tantangan dalam kapasitasnya sebagai penanggungjawab di divisi MO.

Sekalipun ada sebagian pihak yang menyebut dalam dua bulan terakhir ini belum terjadi perubahan yang drastis, namun ia berjanji dalam enam bulan masa jabatannya problema kebersihan yang selama ini jadi masalah insya Allah akan terselesaikan. Didukung 23 personel dan 130 tenaga lepas, Indra optimis apa yang diharapkan manajemen tentang kawasan yang bersih akan menjadi kenyataan.

Sementara itu menyangkut soal penataan lingkungan, MO yang bersifat sebagai koordinator akan terus mendorong pihak terkait yakni manajemen SBU Kawasan Cakung, SBU Kawasan Marunda, dan juga Kopkar untuk punya visi yang sama dalam membangun kawasan yang lebih baik.

Permasalahan para pedagang kaki lima (PKL) dan kantin-kantin yang tak layak lagi akan ditata dan dipindahkan ke tempat baru yang lebih memadai. Sejumlah pedagang kantin yang melanggar aturan akan terkena sanksi berupa haknya akan otomatis hilang.

Sejumlah lokasi kantin lama yang kurang terawat dan membuat suasana terasa kumuh akan dibongkar dan direlokasi ke tempat baru yang lebih layak.

Dalam aturan baru yang akan diterapkan nanti, semua pedagang tidak diperbolehkan lagi untuk berdagang di depan pabrik. Pelaku yang selama ini sebenarnya pemilik kantin kalau tetap melanggar akan dikeluarkan dan secara otomatis hak-haknya berjualan di lingkungan KBN akan dicabut.

Langkah tegas sedikit demi sedikit akan mulai diterapkan. Bila relokasi sudah berjalan, para pedagang yang bandel dan tetap berjualan tidak pada tempatnya akan dicoret sebagai pedagang mitra koperasi.

Tanpa ketegasan dan kepedulian, menurut Indra Dwijanto, kebersihan dan keindahan kawasan yang menjadi keinginan bersama tentu akan sulit terwujud. Padahal, kalau kawasan bersih, rapi, dan asri tentu akan menyenangkan semua pihak.

Agar dipahami bersama kalau kantin bukan merupakan bisnis KBN. Keberadaan kantin-kantin hanya sebagai pendukung atau fasilitas investor, dan sedikit pun KBN tidak mendapatkan keuntungan dari keberadaan fasilitas tersebut.

Untuk memperindah keberadaan kantin-kantin ini, MO bersama SBU Cakung dan Kopkar tengah berupaya mengganti sarana-prasarana yang ada sekarang dengan yang lebih baik. Pihaknya tengah menggandeng sponsor untuk merealisasikan bangku dan meja baru.

MO selaku koordinator akan terus mendorong agar penataan demi penataan tersebut berjalan sebagaimana yang direncanakan. Kerapian dan kebersihan kawasan KBN akan menjadi indikator sejauh mana divisi ini menciptakan kawasan yang lebih baik.

Beruntung dunia perencanaan dan lingkungan bukan sesuatu yang asing bagi ayah dua anak lulusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti (1996) ini. Begitu bergabung dengan KBN pada tahun 2009, Indra Dwijanto langsung ditempatkan pada Divisi Properti KBN Pusat. Tak lama bertahan di situ, ia kemudian diberi tugas baru di SBU Kawasan Cakung, sampai akhirnya mengemban amanat baru sebagai Kabag Lingkungan Divisi Perencanaan dan Pengawasan (2014-2018).

Dibanding para kepala divisi lain, Indra Dwijanto termasuk sosok muda yang karirnya cukup cemerlang. Banyak peluang yang lebih besar menghadang di hadapannya. Yang terpenting tentu ia mampu memberikan prestasi yang cemerlang bagi kemajuan perusahaan.

//MAJALAHKBN_019/TM